Sunday, 20 April 2014

KPPS Kelurahan Kabil,KPPS Terlelet Sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia.

Batam,Dinamika Kepri - Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Kabil yang dipimpin oleh Munawar dituding sebagai KPPS terlambat sejak adanya sejarah pemilu di Indonesia ,tudingan itu datangnya dari seorang caleg Dapil III daerah itu,bagaimana tidak, sebab hanya menghitung rekapitulasi dari 52 Tempat penghitungan suara (TPS) saja  memakan waktu delapan hari tujuh malam dan  berakhir pada tanggal 18/4 yang lalu.

Selain Prosesnya yang dinilai lamban,proses penghitungannya pun kerap diulang-ulang karena tidak singkron dengan  data sebelumnya.akibatnya para saksi caleg dan saksi partai sering komplin yang berpotensi mengundang kegaduhan.

Melihat  seringnya terjadi hal demikian,akhirnya para polisi pun selalu menjaga dengan jumlah personil yang agak lumayan banyak .hampir setiap hari polisi dari satuan Sabara selalu berjaga ditempat itu.tujuannya ialah untuk menjaga agar situasi tetapi kondusif.

KKPS kabil yang bertempat di Ruko di sebelah kantor kelurahan kabil itu,selalu ditongkorongi para saksi selama 24 jam selama delapan hari tujuh malam ,ketika ditanyai media ini,mereka berlasan ada mosi tidak percaya terhadap para petugas KPPS dan petugas dari Panwaslu yang bertugas ditempat itu,sebab pada hari pertama tanggal 9/4 malam,pihak yang mengaku dari Panwaslu sudah bebas berani membuka satu persatu kotak suara yang telah disegel. ketika media ini memastikan alasan mereka membuka kotak suara itu,jawab seorang dari Paswaslu karena ada kuncinya.

" Ya dibukalah,dibuka karena kuncinya." Jawabnya dengan santai .
 
"Kami tidak percaya sama mereka,mereka semua enggak jelas,masa kotak suara dibukain,mau jadi apa negara ini kalau ini  saja tidak jujur,tetapi semua yang dilkukan mereka itu pastinya ada kepentingan,maka dari dari itu kami tidak akan pernah beranjak sebelum penghitungan rekapitulasi ini berakhir." Terang seorang saksi malam itu. 

Perhitungan Rekapitulasi berjalan selama delapan hari ,dihari penghitungan terakhir,para saksi caleg dan saksi mencak-mencak karena data print out yang di bagikan tidak singkron dengan C1 Plano sebelumnya, para saksi menemukan keganjilan  ada pembengkakan suara selisih  kurang lebih  sekitar 800 suara dari data print out  dari KPPS .

Melihat hal itu,akibatnya suasana memanas kembali,satu mobil bus personil polisi diturunkan untuk mengendalikan situasi.akhirnya sekitar jam 1 pagi tanggal  17/4/14 Saddan selaku ketua KPU Batam turun lansung untuk mencari solusinya.

Seorang warga yang selalu hadir memantau penghitungan suara tersebut mengatakan,Ia sudah sangat mengenal perangi dari Ketua KPPS yang bernama Munawar itu, Ia juga beranggapan bahwa lambatnya proses penghitungan rekapitulasi seperti unsur kesengajaan untuk mencari celah dan waktu untuk tepat bermain.

"Saya kenal persis siapa ketua KPPS nya,lagu lama dan bukan kali ini saja ia menjadi petugas KPPS sebelumnya juga suda pernah ,ini lambat karena ada kepentingan,buktinya kenapa bisa sampai 800 selisih suara dari jumlah yang sebenarnya, ada apa ?,jelas ada permainan.ya kemungkinan ia menilai para saksi ini tidak jeli dan pintar,terkait alasan Ketua KPU yang mengatakan kemungkinan IT nya sudah lelah ,itu tidak bisa menjadi alasan yang akurat untuk dipertanggung jawabkan.sebab ini menyangkut nasib orang,dan tetapi, untuk saat ini ,alasan itu memang paling tepat dan ampuh  untuk meredam emosi dan menjadikan suasana agar tetap aman." Tambahnya lagi.