Wednesday, 9 April 2014

Kerabat Walikota Tanjungpinang Bantai juru parkir.

Tanjung Pinang ,Dinamika Kepri-  Kasus pemukulan juru parkir berinisial MZ yang juga diduga keras sebagai tersangka pencurian handphone di parkiran salah satu mall dibilangan kota tanjung pinang provinsi kepri hingga kini tidak terusik oleh aparat kepolisian.

Tindakan main hakim sendiri ini berawal dari kecurigaan keluarga korban yang kehilangan HP pada seorang  jukir (juru parkir) mall tempat Diana berbelanja.

Diana, remaja wanita yang mencoba peruntungan menjadi Polwan di polresta Tanjung pinang dengan lalai meninggalkan hp di bagasi motor metik miliknya, dengan terburu-buru Diana masuk kedalam mall, sadar hpnya tertinggal, wanita berbadan kurus ini ,lantas bergegas kembali keparkiran motor, saat tiba diparkiran, Dianan kaget karena handphone BB miliknya raib. Tidak terima hp kesayangannya hilang, dia lantas menuding juru parkir inisial MZ yang kebetulan berada dekat dengan posisi parkir motornya. .

Selang beberapa minggu kemudian keluarga Diana mendatangi MZ di Basement parkiraan Bestari Mall. Tanpa merasa bersalah MZ

pada saat kejadian pemukulan (22/03/2014) Jukir asal pulau guntung ini didatangi beberapa pria berbadan tegap. awlanya kedatangan laki-laki yang mengaku ketua ormas pemuda pancasila (PP) kota tanjung pinang ini hanya ingin menanyakan MZ tentang kehilangan hp milik keponakannya, saat ditanyai, MZ mengelak jika dirinya yang telah mengambil hp milik Diana. Tidak puas dengan jawaban yang didapat, Rizal Saragih yang juga mengaku orang dekat walikota tanjungpinang Lis Darmansyah ini pun langsung melayangkan pukulan tepat diwajah MZ, sontak darah mengucur dari hidungnya dan dengan membabibuta, Rizal yang juga mengaku wartawan koran mingguan ini memukuli MZ hingga bersimbah darah.

Tragedi pemukulan dan main hakim sendiri ini dibenarkan Maneger Bestari Mall, Asri. Arsi menerangkan pada awak media ini tentang kronologis pemukulan dan penganiyayan yang dialami salah satu karyawannya.  Pensiunan angkatan darat ini sangat meyesalkan perlakuan anarkis sang wartawan tersebut. Aris melihat kejadian pemukulan dari rekaman CCTV di basement parkiran.

"benar, mereka melakukan pemukulan terhadap MZ, saya sempat katakan agar jangan main pukul saja, karena semua sama dimata hukum, walaupun jenderal bintang empatpun tidak dibenarkan melakukan tindakan yang melanggar hukum, dan saya sudah katakan pada keluarga MZ agar melaporkan pemukulan ini pada kepolisian" tutur Asri berang, Rabu (09/04/2014).

Ayah MZ sempat ingin melaporkan kejadian yang menimpa anak keduanya itu, namun pihak polsek Tanjung pinang Kota tidak merespon dan malah menyarankan agar menerima saja kejadian yang terjadi. Bujang, ayah korban yang sudah renta ini menduga jika Ruslan Abdul Gani paman Diana yang juga kader dari PDIP tanjung pinang telah menyuap oknum polisi di polsek Tanjung Pinang kota.

"Dimana letak keadilan itu pak, karena kami hanya rakyat miskin dan susah, laporan kami tidak ditanggapi. namun jika orang yang memiliki kekuasaan dan karena orang dekat walikota, kami dizholimi" keluh ayah MZ pada awak media ini.

Tidak berhenti mencari keadilan, keluarga MZ yang didampingi Sekjen DPW SOLTAN kota Batam,Junaidi Tandjung melaporkan pelanggaran HAM yang dialami MZ,(07/04/2014) ke Kantor kemetrian Hukum dan HAM provinsi kepulauan Riau di Tanjung Pinang.

Rizal Saragih, paman Diana sipemilik hp yang hilang membenarkan jika dialah yang memukul MZ, pengakuan ini disampaikan saat awak media ini menyamar menjadi anggota keluarga MZ, dengan lantang dia mengakui.

"Saya yang memukul MZ, saya kesal, dia tidak tahu siapa saya dan ipar saya Ruslan Abdul Gani, saya ini ketua PP dilembah purnama, masa dia tidak kenal saya, dan Ipar saya (Ruslan Abdul Gani_Red) adalah keluarga Lis Darmansyah, walikota tanjungpinang ini, jangan macam-macam dengan saya" ucap Rizal dengan lantang.

Arogansi keluarga Walikota Tanjung pinang ini sontak heboh di dunia maya beberapa hari belakangan ini dan telah menjadi buah bibir dikalangan aktivis seluruh provinsi kepulauan riau. Sementara itu, walikota tanjungpinang Lis Darmansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat terkait anggota keluarganya yang main hakim sendiri, Walikota dari partai PDIP ini tidak merespon dan hanya membalas "Kita konsentrasi penghitungan suara" Rabu,(09/04/2014).

Dilain tempat, ketua Forum Komunikasi Wajah Karimun yang juga anggota dari Mahkamah Wajah Indonesia, Edy SP sangat menyayangkan tindakan arogansi dan perbuatan yang tidak terpuji kluarga sang walikota tersebut, tidak itu saja, pria yang vokal dalam memperjuangkan HAM ini berjanji akan terus mengawal kasus yang menimpa MZ.

"Perlakuan kluarga serta kerabat sang walikota ini tidak layak dan tidak pantas, apakah karena kerabat walikota sertamerta bisa main hakim sendiri dan sesuka hati menzholimi rakyat miskin?, saya akan laporkan ini kepada dewan pimpinan pusat PDIP, agar ketua umumnya tahu perlakuan para kadernya yang tidak sesuai dengan moto partainya yakni partai wong cilik", ucap Edy disela kunjungannya di Tanjung Pinang (09/04/2014).

(Edy)