Wednesday, 30 April 2014

Di KPU Kepri,Tiga Partai Dapat Penggelembungan Suara, Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara KPU Batam Ada Yang Palsu.

Batam Dinamika Kepri - Pleno  Rekapitulasi Hasil Perhitungan  Suara Untuk Batam kembali diundur-undur,sebab Pleno  Rekapitulasi Hasil Perhitungan  suara yang dilakukan pada hari selasa 29/4 kemarin telah bermasalah,sehingga para saksi partai enggan untuk menandatangani berita acara perhitungan rekapitulasi tersebut.

Adanya penolakan dari para saksi Partai untuk menandatangani berita acara,diketahui bahwa data yang hendak ditangani diduga palsu ,sehingga para saksi partai enggan menandatanganinya,akibat penolakan itu nyaris memicu keributan di luar gedung KPU.

Ternyata Penolakan itu diketahui sangat mendasar,sebab data yang dipegang masing-masing saksi tidak sesuai dengan yang dihadapkan kepada mereka (saksi=red),bahkan ditemukan  adanya Penggelembungan suara fantastik yang begitu luar bisa bagi caleg-caleg Dapil III ,sehingga dengan bengkaknya suara itu telah  menjatuhkan beberapa caleg-caleg didapil III yang jelas-jelas sudah mendapatkan kursi di Dprd kota Batam.

Sebagaimana diketahui ,bahwa suara salah satu Partai diketahui  telah mendapat jumlah suara  sah sebanyak  11,978 suara , namun berubah menjadi 16,778,begitu juga dengan partai berikutnya telah sah mendapat 10,848 suara ,namun tetap berubah menjadi 16,753 suara,partai satunya lagi juga mendapat jumlah suara sah sebanyak 12,641 juga mendapat penambahan menjadi 16.866 suara.

Melihat ada kejanggalan dan penolakan saksi tersebut,akhirnya Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Batam merekomendasikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam melakukan pleno perbaikan data hasil rekapitulasi perhitungan suara ,bahkan para saksi saling komplain hingga menyebabkan rapat sinkronisasi suara KPU Kota Batam itu deadlock.

Selasa 29/4,Ketua Panwaslu Batam, Suryadi Prabu, menyatakan, sesuai dengan rekomendasi Panwaslu Batam berdasarakan pleno KPU Batam, 28 April 2014, tentang penetapan perolehan suara, katanya telah ditemukan adanya hasil rekapitulasi perhitungan suara yang berbeda antara data yang dibacakan dengan data yang diterima

Terkait adanya dua data  hasil rekapitulasi perhitungan suara yang berbeda yang ditunjukan media ini ketika jumpa Pers diruang rapat KPU itu Rabu 30/4  ,Ketua KPU Kepri yang juga mantan Wartawan itu, menjawab akan menelusurinya.

" Kita akan menelusurinya".Tegas  Sait Sirajuddin S.Ag

Ketika ditanya kembali terkait adanya data pengelembungan suara bagi tiga Partai yang ditemukan media ini sebagaimana seperti data diatas,ketua KPU Kepri tersebut ,enggan untuk menjawabnya.