Thursday, 24 April 2014

Bea Cukai Pelabuhan Kapal Ferry Internasional Batam Center, Berhasil Gagalkan Penyeludupan 1 Triliun Uang Pecahan Rupiah Keluar Negeri.


Di Pelabuhan Kapal Ferry Internasional Batam Center , BC berhasil Gagalkan penyeludupan pencucian uang diduga senilai Rp 1 triliun keluar Negeri,namun pihak BC tidak berkenan untuk di expos Media.

Batam,Dinamika Kepri- Kamis 24/4 sekitar pukul 10 Pagi,terhendus kabar bahwa Petugas Bea dan Cukai (BC) telah berhasil menggagalkan Penyeludupan atau pencucian uang pecahan rupiah diduga senilai Rp 1 tirliun keluar Negeri.

Menurut informasi yang diterim media ini,Penangkapan berhasil ketika bungkusan uang itu melintasi sinar X-ray.namun ketika awak media ingin mencoba mencari kebenaran informasi tersebut kepada pihak BC ,seorang sicuriti pelabuhan pertama sepertinya ingin menghalangi media untuk meliput kejadin itu,tetapi setelah beberapa waktu beradu argumentasi,akhirnya sicuriti mempersilahkan masuk serta enggan menjawab kebenaran berita itu ,katanya "tanyakan saja ke pihak BC." Pinta sicuriti pelabuhan itu kepada wartawan media ini.

Sesampainya dikantor BC Pelabuhan internasional itu, petugas BC yang bernama  Daniel dan Jhonrov Evison terkesan tertutup terkait  informasi kebenaran itu,malah kedua petugas BC ini lebih cendrung menunjukkan wajah garangnya kepada awak Media ini .petugas BC itu enggan memberikan keterangan terkait penanggapan tersebut.katanya ,tanyakan saja kekantor.

" Tanyakan saja kekantor ." Ucap mereka.

Pagi tadi sekitar pukul 10 : 30 wib. Kepada media ini  Kunto Prasati  selaku Kabid P2 bagian  penindakan  bea cukai Batam,mengaku belum mengetahui kabar tersebut, terkait dilarangnya media untuk meliput kejadian itu,Kabid P2 itu juga membantahnya.

"Saya belum menerima laporannya,tidak mungkin media dihalangi,sebab pelabuhan itu steril." Tegas Kunto Prasasti via celularnya kepada media ini.

Sementara ini, para media dan LSM yang mengetahui kejadian itu hanya bisa menduga bahwa BC ingin mencoba menutupi penangkapan penyeludupan uang rupiah itu disinyalir dengan tujuan-tujuan yang lain.