Tuesday, 4 March 2014

Dugaan Mal Praktek Di Rs Camatha Sahidya,Pasien Jadi Kurus Kering dan Perutnya Membuncit.



" Berminggu-minggu dirawat inap, Dokter enggan beberkan panyakit Pasien Pada keluarga ''


Batam ,Dinamika Kepri – Neni (29) kini hanya terbaring di ruangan merkerius IV  di RS Camatha Sahidya di bilangan daerah Panbil.Bahkan pihak RS tidak dapat  mendekteksi penyakit Neni ,maka itu sampai pada tanggal 3/3/14 kemarin,pihak RS tersebut juga  belum dapat mengabari pihak keluarga pasien tentang informasi  penyakit yang diderita oleh  Pasien (Neni=korban) ,dan sampai saat ini alasan HRD pihak runah sakit  yaitu ibu Elvi ,katanya itu bukan kewenangannya untuk menjelaskan penyakit pasien.

“  Itu bukan kewenangan saya,itu wewenang dokter yang menanganinya,kita punya etika.” Katanya pada Media.

Melaki (31) adalah  saudara korban(pasien) kepada beberapa media ,mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang dilakukan oleh RS  Camatha Sahidya,selain menduga telah melakukan melakukan Mal pratek terhadap adik perempuannya  itu,pihak RS Camatha Sahidya juga telah menelantarkan pasien yang berada diruangan merkurius IV tersebut begitu saja.

“ kami sekeluarga sangat  menyesalkan pelayanan  RS Camatha Sahidya ini,katanya adik saya makin membaik,nyatanya Neni makin Kurus dan perutnya makin membuncit,masa sudah lama begini,pihak RS belum juga  memberitahukan apa penyakitnya pada kami,maka dari itu ,kami pihak keluarga tidak tahu harus berbuat apa lagi,kalau memang adik saya itu di jemput yang maha kuasa,kami sudah ridho,habis bagaimana,pihak rumah sakit tidak melakukan tindakan,padahal penyakit adik saya itu sudah semakin memprihatinkan,saat ini adik saya hanya di berikan Impus saja.” Ungkap Maliki sedih.  

Menurut  pihak keluarga ,Neni  sebelumnya  melahirkan di RS Camatha Sahidya beberapa bulan lalu,Neni melahirkan dengan cara  melalui Operasi caisar ,dengan delapan dokter yang melalukan opersi,Caisar itu berjalan baik,tetapi tidak lama kemudian ,pasien tersebut kembali dengan penyakit yang aneh, selain badan kurus ,perut membuncit dan rambut pasien juga rontok.

" Kami hanya bisa  menunggu harinya saja ,sebab  hingga saat ini pihak RS  Camatha Sahidya tidak dapat mendekteksi apa penyakit yang sedang diderita oleh Neni ". Cetus Maliki lagi

Kemarin Pasien yang bernama Neni tersebut,tampak  seperti diterlantarkan,bahkan pihak rumah sakit  sepertinya  tidak bertanggung jawab lagi  untuk penyembuhkan penyakit yang diderita oleh Neni.

Keluarga menduga bahwa Neni adalah korban mal praktek oleh para dokter  dirumah sakit itu,sebab sebelum melahirkan kondisi Neni baik-baik saja,tetapi sebulan usai melahirkan anak pertamanya ia mengalami perubahan yang dratis pada dirinya,dimana kondisi sangat memprihatinkan,selain rambut pada rontok,badannya menjadi kurusan dan perutnya makin membuncit.

Melihat kondisi itu,pihak keluarga lalu membawa kembali ke rumah sakit ini,tetapi bukan perwatan yang baik yang diberikan,kemungkinan karena pihak pasien memakai kartu BPJS,membuat pihak RS menjadi cuek-cuek terhadap Neni.

Melihat kondisi Neni yang semakin kritis,pihak keluarga mendesak agar pihak RS memberikan penanganan yang maksimal,akibat desakan dari beberapa orang,akhirnya pihak rumah sakit membuat surat rujukan ke RS awal Bros,siang tadi 4/3,pihak RS Awal Bros mengatakan hasil diaknosisnya bahwa Neni telah mengalami ganggguan Jantung,selain gangguan Jantung Neni juga dituding  mengalami berlebihan cairan didalam perut sehingga membuat   Perut Neni semakin hari semakin Bengkak,

" Kata pihak awal Bros ,Neni mengalami gangguan jantung,tetapi mereka tidak menjelaskan dan tidak mengerti dengan cairan yang membuat perut Neni semakin besar."  Ucap Maliki pada media ini menirukan panjelasana dari pihak RS awal Bros.

Setelah Neni dicek menggunakan alat kesehatan yang canggih di RS Awal Bros itu , Neni bukannya di Inapkan di RS tersebut,malah Neni di pulangkan kembali ke RS Camatha Sahidya.

Akibat pemulangan itu,pihak keluarga tampak semakin Stress melihat kondisi Neni ,mereka tampak hanya pasrah saja.bahkan saat ini pihak keluarga pasien ini sudah putus harapan untuk kesembuhan Neni yang telah memiliki satu anak ini.

Dalam kasus Dugaan Mal praktek ini,telah membuat seseorang menderita penyakit yang serius bahkan telah mengancam keberlansungan hidup seseorang,dan setidaknya ada dokter RS Camatha Sahidya yang memberikan bertanggung jawab dalam hal ini.

Dimana menurut Maliki,bahwa pada saat Neni menjalani proses Operasi Caisar pasca melahirkan di waktu yang lalu, Neni ditangani delapan Dokter,bahkan tambah Maliki lagi,bahwa ditengah berjalannya proses operasi Neni,Maliki melihat bahwa kedelapan Dokter yang ada diruangan operasi saat itu, tengah asyik berpoto ria ,kata Maliki mereka seperti membuat acara mirip Reunian.

'' saya juga curiga,masa sampai dokter yang menanganinya sampai delapan orang,bahkan diantara merek ada yang poto-potoan ,mirip seperti acara Reunian saja,saya enggak tahu apa artinya semua itu ,yang jelas itu aneh bagi saya," jelas Maliki lagi.

Bersambung....