Wednesday, 12 March 2014

16 Titik Gelper Di Batu Aji Buka Tutup,Razia Sesaat Diduga Hanya Bentuk Kordinasi.

                           "Wang Ni Piro"

Batam ,Dinamika Kepri - Sebanyak 16 titik tempat permainan Mesin Judi atau bermoduskan gelanggang permainan   (Gelper) kini tersebar di sekitaran Batu Aji.

Perminan ini bisa di temukan dari mulai areal kampung Aceh Muka Kuning,walau masih pemukiman liar,bukan berarti menyurutkan niat penyelenggaranya untuk tetap beroperasi.

Selain di tempat itu,ada juga di mall Top 100 Batu Aji,bila ditanya petugas jaganya akan menjawab ini permainan khusus anak-anak,padahal yang bermain kebanyakan para orang tua.

Lain lagi di ruko Komplek Tembesi,penjaganya tegap-tegap rambut cepak,diduga mereka adalah anggota atau oknum-oknum yang ditugaskan untuk membekup gelper tersebut. tujuannya agar jauh dari segala gangguan,Baik gangguan  dari LSM,Ormas maupun gangguan dari para awak media.

Untuk Daerah pemukiman salah satunya terdapat di sekitaran sagulung,walau berdekatan dengan rumah ibadah umat Nasrani,pemilik Ruko yang beranisia KMP ini, tidak ada rasa sungkan,sepertinya pemilik usaha gelper di lantai 2 didepan perumahan Nusa indah itu kebal dengan Hukum.

Begitu juga dengan Komplek ruko Batavia Batu aji,selain lokasi atau tempat Prostusi berkedok  Massage,ditempat ini juga terdapat salah ruko yang menyelenggarakan Gelper,tetapi saat ini Rabu 11/3,tempat gelper itu tampak tutup dan telah diberikan garis police line,padahal selama ini diketahui yang menjaga tempat itu adalah oknum tentara beranisial AN ,tetapi bagi Dinas pariwisata kota Batam itu tidak berarti,tetap saja lokasi itu gelper itu bisa ditutup,tetapi walu ada penutupan ,diduga hanya sementara,sebab beberapa gelper ditempat lain sudah ada yang buka,walaupun sebelumnya pernah ikut di grebek juga.

Ketika berita ini di muat,terdapat beberapa titik gelper di Batu Aji sudah ada yang  kembali beroperasi,dengan beroperasinya arena Judi bermodus  Gelper tersebut,diduga bahwa Dinas pariwisata(Disparbud)kota Batam telah mengizinkan atau restu agar Gelper tersebut tetap buka seperti biasanya.

Bagaimana dengan gelper yng masih tutup ?,dugaan sementara bahwa pemilik usaha belum menemukan titik deal dengan Disparbud sehingga sampai saat ini masih di police line " Wang Ni Piro" dengan istilah saat ini.