Friday, 21 February 2014

WARGA TOLAK PEMBANGUNAN GARDU LISTRIK PASAR BOTANIA GARDEN FANINDO KLAIM LAHAN.


Batam,Dinamika Kepri - Warga  Perumahan Botania Garden dan Perumahan Marbela yang tinggal dekat Pasar Botania Garden berkumpul di perkarangan salah satu rumah warga Blok A No.  untuk membicarakan tentang pembangunan gardu milik Fanindo setelah ada desakan wanra yang mengatakan kalau tidak ada keputusan hari ini juga  sampai jam 12.00 Wib malam kami akan melanjukan pekerjaan. 

Warga akhirnya berkumpul atas adanya rencana susulan pembangunan gardu listrik yang akan di bangun di daerah perumahan Botania Garden dengan perbatasan perumahan Marbela yang terletak di belakang ruko Blok A. No . 

Salah satu warga yang menandatangani mengatakan waktu penandatangan yang di minta RW emang betul ada, karena beliau adalah seorang RW mangkanya saya tandatangani dan tidak tau kalau hasilnya seperti ini dan menjadi perbincangan hangat.   

Warga mendesak RT 001 untuk tidak mennyetujui adanya pembangunan gardu dan segera memanggil ketua RW 029 untuk mengklarifikasi atas dasar apa adanya persetujuan yang ditanda tanggani dengan beberapa warga. Dengan desakan warga,  RT 001 Yos memanggil RW 029  Usman untuk duduk bersama. Usman Ketua RW 029 mengatakan terkait pembangunan  gardu betul saya yang meminta tandatangan ke warga tetapi perencanaan yang di maksud bukan yang ada galian sekarang. 

" Dan kalau emang itu keputusan dari warga tidak di perbolehkan saya mendukung penuh dan membuat hasil kesepakatan dengan tandatangan dengan warga yang hadir jam 20.00 wib- 22.00 wib. Ketua RT 001 Yos mengatakan  kepada warga bahwa sekarang sudah jelas, bukan saya sebagai ketua RT yang menghalang-halangi itu dan kita semua warga mungkin sudah tau akan kita bangun Pos Yandu atau taman  anak-anak kita."

Sebelumnya  juga  kita sepakat  menolak dengan adanya pembangunan kios-kios  oleh pihak  Fanindo dan selalu kita dengar mengklaim lahan bahwa lahan tersebut masih milik Fanindo seperti kemarin ada pihak Fanindo mengatakan terserah saya mau membangun apa saja . Setelah ada kesepakatan warga yang hadir, dibuat kesepakatan dengan menandatangani  kertas surat  dan warga bersama-sama membuat garis dengan tali dan tulisan MENOLAK  SEGALA BENTUK BANGUNAN DI KAWASAN INI. 

Salah satu Wanra ( Relawan Rakyat) mengatakan saya tidak tau terkait adanya wanra yang mendatangi kegiatan itu. Kami hanya sebagai tenaga kerja untuk pengamanan di Pasar . 
(Ari)