Wednesday, 12 February 2014

Rusmaidi , Pembeli Kes Gengset Seharga Rp 30 Juta Akhirnya Masuk Bui.


Batam,Dinamika Kepri - Rusmaidi alias Edi pengusaha pengerjaan kapal di galangan
harus bernasib sial (apes),pasalnya sejak bergulirnya kasus pelaporan yang di laporkan
Tagor hutasoit dalam dugaan penipuan dan penggelapan terkait cek tunai bodong yang
diterimanya (tagor-red) pada pembelian mesin genset yang di percayakannya pada heri(DPO).
pada bulan agustus 2013 seperti yang di beritakan media ini sebelumnya,terpaksa harus
mendekam di jeruji sel polsek nongsa kabil.

dalam pemberitaan sebelumnya,heri yang semula di tetapkan pihak polsek nongsa kabil
sebagai DPO,di karenakn telah menyerahkan cek tunai kosong pada tagor selaku bos
pemilik genset,saat penjualan mesin tersebut pada edi di sekupang.

menurut keterangan edi saat itu(8/11/2013),harga mesin yang di bayarkannya sejumlah
30 juta,bukan 150 juta seperti yang di tudingkan pada dirinya dalam laporan tagor
di polsek nongsa kabil,bahwa dirinya(edi-red) telah menipunya(tagor-red) dengan cek
tunai bodong sejumlah 150 juta.

"saya beli genset sekend ini pada heri 30 juta harganya dan ada kwitansi,bukan dengan cek
 apa lagi dengan jumlah 150 juta,bodohlah saya..."cetusnya

dalam keraguan pihak polsek kabil melalui kanit reskrimnya iptu suyitno sh.heri
sempat di tetapkan daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus ini,bahkan di dalam surat
penarikan mesin genset ini,yang di layang pada pengadilan batam,di laporan tersebut
terlampir heri selaku tersangka dan dalam pencarian,namun anehnya heri masih berkeliaran.

ironisnya,dalam pencarian heri saat itu,edi pun turut di minta bantukan pihak polsek kabil
untuk mencari tahu keberadaan sang DPO ini,hingga berminggu-minggu dalam pencarian tersebut
edi pun sempat memberikan pada pihak polsek kabil foto copy KTP milik heri,dan memberitahu
kan keberadaan heri di daerah sekupang dan batu aji,namun nasib baik edi berbalas naas,


senin(10/2/2012),Edi pun di jebloskan ke sel oleh kanit reskrim polsek kabil dengan tuduhan
penadahan,sementara pada pencarian heri sang DPO tidak di lanjutkan pihak polsek kabil.
aneh dan miris,edi dengan niat baiknya membantu pencarian  heri saat itu yang di cari polsek
kabil malah berujung pada sel.

dalam keterangan edi saat di kunjungi di sel(11/2) polsek kabil nongsa,sempat terbesit
bahwa sejak pemanggilan kembali pada dirinya,semula sebagai saksi namun selang beberapa jam
langsung di tetapkan tersangka,oleh karena edi tidak meluluskan permintaan kanit reskrim
polsek kabil iptu suyitno,untuk berdamai.

sejak kejadian tersebut,edi pun geram dan bahkan akan menuntut balas kasus yang di alaminya
namun oleh karena adanya dugaan penekanan dan desakan pihak polsek kabil dalam perjanjian
yang di tuangkan dalam berita proses penangguhan penahanan dengan di dampingi juhrin,sh
selaku rekan juga kuasa hukum edi,hal yang di niatkan edi pun pupus.

rabu(12/2) edi di keluarkan dari sel tahanan polsek kabil.sementara mesin genset yang di
belinya sesuai perjanjian yang di duga merupakan penekanan pihak tagor dan reskrim polsek
kabil,kembali pada tagor sang pelapor,dan dana 30 juta pembelian mesin tersebut hangus.
(Bun 86)