Tuesday, 4 February 2014

Pihak Yayasan Putra Batam Tidak Hadir, Sidang KIP Tetap Lanjut,Nampat Dicerca Banyak Pertanyaan.

      Anggota Majelis : " Masalah ini sangat merepotkan " 

Batam,Dinamika Kepri - Sidang  komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Kepri pagi tadi kemali menggelar sidang pemohon Nampat Silangit dan termohon Yayasan Putra Batam atau Universitas Putra Batam untuk kedua kalinya digedung Ghara Kepri lantai 5 Batam Center,dimana sidang yang pertama sebelunya pernah ditunda karena pihak termohon tidak hadir pada selasa 28/1/2014 yang lalu.

Walau kendati demikian,Sidang kedua ini salasa 4/1,tetap lanjut walaupun pihak termohon Pihak Uversitas Putra Batam tidak hadir.

Sidang KIP tetap dilakukan ini,sidang KIP yang dilakukan ini adalah sidang atas laporan pemohon Nampat Silangit terhadap Pihak Uversitas Putra Batam yang katanya tidak transfaransi terhadap penggunaan dana hibah Hibah yang digunakan Pihak Uversitas Putra Batam selama ini. dimana menurut Nampat Silangit,bahwa dirinya ingin mengetahui kemana saja penggunaan aliran dana hibah yang diberikan dari 7 sumber selama 2009 s/d 2013.

Dalam sidang ,Nampat Silangit memaparkan bahwa Pihak Uversitas Putra Batam pernah menerima anggaran luar negeri dari Negara Arab Saudi.

Tetapi pihak majelis sidang tampaknya tidak begitu percaya terhadap pernyataan Pemohon(Nampat Silangit) bahkan anggota majelis mengaku kesulitan karena pemohon tidak ada data bukti autentknya.

" Sebenarnya masalah ini merepotkan,anda membuat pernyataan tetapi tidak ada bukti,jadi kalau boleh tolon semua dilengkapi termasuk data dari kementrian pendidikan dan dari Provinsi Kepri ." Ucap anggota Majelis.

Bahkan dalam sidang ,majelis KIP hanya bertitik kenaran Pihak Uversitas Putra Batam ,dimana surat yang diterima oleh KIP dari Pihak Uversitas Putra Batam yang menyatakan bahwa Pihak Universitas Putra Batam telah terbuka dan memposting seluruh aliran dana di website  Universitas Putra Batam(UPB).dan majelis KIP  itu sudah cukup akura.

" Anda pernah membuka websitenya,kalau boleh dibuka dulu." kata majelis KIP  pada pemohon dalam sidang.

Menurut majelis KIP lagi ketidak hadiran Pihak Universitas Putra Batam dalam sidang itu,katanya itu sah sebab mereka telah memberikan surat,dan itu sah menurut hukum Ucap ketua majelis  KIP usai sidang pada media.

Dan ketika media menanyakan alur ending  dari pada masalah tersebut, ketua mejelis itu tidakdapat menjawab,katanya , kita lihat saja sidang hari selasa 11/2  mendatang bagaimana hasilnya.

Menanggapi website Pihak Universitas Putra Batam, yang mengatakan telah menuangkan segala informasi di UBP,Nampat menilai masih ragu.

" Apa yang enggak bisa dibuat di website,bisa ditambah dan bisa dihapus.bukan berarti itu menjadi acuan." Tegas Nampat Pada Media.

Nampak tidak terima atas tudingan Pihak Universitas Putra Batam ,yang mengatakan dirinya seperti yang tertulis dalam surat yang diterima KIP yang dibacakan saat itu, ia dituding menebak-nebak dan mereka-reka masalah tersebut.

Nampat membuat laporan ke KIP Provisi Kepri atas temuannya ,dan ingin lebih mengetahui dan lebih tranfaransi kemana saja anggaran dana hibah itu di salurkan,dan ia hanya ingin mengetahui apakah pemerintah dirugikan dalam penyaluran anggaran tersebut.

Adapun  ketujuh Dana hibah tersebut antara lain :

1. Dana hibah dari Luar Negri Tahun 2009 -2013.
2. Dana hibah dari Menteri pendidikan atau melalui dirje Dikti  Tahun 2009 -2013.
3. Dana hibah dari Gubernur Provinsi Kepri / Dprd Provinsi Kepri  Tahun 2009 -2013.
4 .Dana hibah dari Pemerintah kota Batam / Dprd Kota Batam   Tahun 2009 -2013.
5. Dana hibah dari Otorita Batam (OB) / BP kawasan  Tahun 2009 -2013.
6. Dana hibah dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tahun 2009 -2013.
7. Dana hibah dari  pihak swasta  Tahun 2009 -2013.

" Saya ingin mengetahui,makanya saya melaporkannya ke KIP,kalau saya sudah mengetahui,untuk apa saya ke KIP." tambahnya menutup pembicaraannya pada media usai sidang.