Monday, 24 February 2014

PIHAK DEVELOPER FANINDO OGAH TEMU WARGA BOTANIA.



                 " Warga Pasar Plaza Botania Bersekukuh Tolak Pembangunan Kios-kios "

Batam,Dinamika Kepri - Masyarakat  perumahan Botania Garden yang berada di lingkungan Pasar Botania Garden, sampai saat ini tetap menolak segala bentuk  pembangunan yang ada di Lingkungan  Ruko Pasar Botania Garden ,dimana lokasi yang berbatasan dengan perumahan Marbela Batam Center. 

Sabtu Tanggal 23/1/2014 jam 20.00 wib-21.30 masyarakat Perumahan Botania Garden dan Marbela di Lingkungan sekitar mengadakan rapat dalam temu tatap muka dengan  Fanindo  dan di hadiri oleh RT dan RW dan dari kepolisian .

Tetapi setelah ditunggu tidak dapat hadir dari Fanindo  Pak  Agus akhirnya masyarakat sepakat tetap menolak  pembangunan di sekitar Pasar Botania Garden dan melakukan gotong royong  bersama untuk membangun pondasi untuk gapura dan pos security.  Amir, bahwa surat tersebut telah di antar ke Fanindo hari jumat di terima oleh Castamer Servis . 

RW Amburah dan RT Yos  beserta masyarakat  yang sedang bergotong royong di temui Agus dari pihak Fanindo, Ambrulah mengatakan  bahwa  dalam hal pembangunan Gardu bukan menjadi tanggung jawabnya pak Agus dan akan diganti yang lain, dalam hal pembangunan gardu awalnya setelah mendapatkan persetujuan dari RW 029 Usman dan terhadap pembangunan  akan dilakukan pihak PLN. 

Seorang Warga yang bernamana Amir yaitu warga setempat mempertanyakan kepada Agus  dengan dasar apa  meminta persetujuan tanda tangan warga hanya dengan melalui perangkat  RW saja.

" Kita   masyarakat disini juga dan kalau mau masuk ya ..permisilah assalamualaikum dulu pada masyarakat jangan kenal dengan RW pak Agus beranggapan tidak ada apa-apa. Kalau tidak kita -kita ini atau warga tidak mungkin ada RT dan RW , termasuk dan perangkat dasar ada RT ." Tegas Amir Kepada Agus.

 Mendengar pernyataan Amir tidak lantas diam , Agus  mengatakan ," saya hanya pekerja saja, apa yang di tugaskan atasan kepada saya ,pastinya saya jalankan." jawabnya singkat.

Arianto salah satu warga Botania,juga   mempertanyakan kepada Agus,perihal  tentang mekanisme yang akan dibuat pihak Fanindo terhadap adanya pembangunan ,dimana issu selama ini  bahwa lokasi ini masih di Klaim masih milik Fanindo dan tersiar bahwa telah ada unsur Intervensi dari pihak luar  kepada warga, baik dari Sipil, TNI maupun Polri .  

Mendengar pertanyaan tersebut,Agus sontak menjawab ,saya hanya pekerja.

"Silakan saja tanyakan ke RW, karena saya sudah sampaikan tadi ke RW tentang permasalahan itu,maaf saya hanya pekerja .

Sebelumnya, ada pihak yang telah memasukan alat berat ke lokasi tersebut  21/4/2013 untuk mematangkan lahan,dimana lahan itu akan dibangun kios-koos, tetapi  masyarakat menolak .

Di  lokasi juga terdapat bangunan di atas Drenase ,dimana Bangunan itu, di bangun oleh pihak Fanindo ,bahkan di sekitar itu , juga  terdapat salah satu  bangunan Ruko yang menutupi akses jalan masuk ke perumahan warga.  

Dengan adanya hal ini,Arianto dari salah satu warga, meminta agar sekiranya  Walikota Batam dapat turun dan memperhatikan atas  kesewenang-wenangan pihak Developer tersebut,dimana selama ini telah  membaut tindakan sesuka hati di negara Indonesia tercinta ini.

Adanya bangunan-bangunan yang didirikan diatas yang tidak semestinya, jelas telah melanggar peraturan yang berlaku ,bahkan  tidak sesuai IMB ( Izin Membangun Bangunan) yang diberikan.atas tindakan itu dan telah melanggar  peraturan daerah (perda) tahun 2007 Nomor 16 Bab IV  pasal 17 ,dengan sangsi hukuman 3 bulan penjara denda sebanyak-banyaknya sebesar Rp 5 juta.(Ari)