Saturday, 22 February 2014

Pembangunan Dermaga Tidak Maksimal, Kadishub Lempar Bola Panas.

Batam,Dinamika Kepri - Pembangunan pelantar pelabuhan di kampung Baru galang baru yang menelan biaya anggaran dari Apbd  2013 sebesar Rp 2.137.000.000.tidak maksimal,akibatnya warga di tempat itu sebahagian ada yang tidak merasa puas. bahkan sesama warga  yang bermukim disana saling menyalahkan antara satu dengan yang lain.

Kini pembangunan pelantar pelabuhan di kampung Baru galang baru tersebut,katanya telah usai pembangunannya,dan itu dibenarkan oleh Santoso Dishub bidang laut kepada media di ruang kerjanya pada hari jumat 21/2/14.

Bahkan hasil pekerjaan proyek pelantar pelabuhan yang dimenangkan oleh PT .Mujifa Maju Bersama itu telah maksimal.bahkan Santoso Berjanji siap digantung apabila ditemukan kesalahan didalam pembangunan pelantar pelabuhan di kampung Baru galang baru tersebut.

Selain Santoso dishub bidang Laut,ada beberapa nama yang telah  dimintai keterangannya oleh media ini,termasuk Kadishub Kota Batam yaitu Drs H Zulhendri Msi,tetapi mengarahkan agar menanyakan langsung perihal tersebut kepada Cipto dan Cipto sendiri mengarahkan lagi kepada Zuleindri ,Zuleindri sendiri mengrahkan kembali  Santoso dan terakhir Santoso mengarahkan ke  kadishub Drs H Zulhendri Msi lagi.

Diduga Pembangunan pelantar pelabuhan di kampung baru Galang baru tersebut menyimpan rahasia,sehingga mereka saling melempar tanggung jawab seperti melempar bola panas dan ingin lari dari kenyataan .

Yang menjadi pertanyaa serius,selain pembangunannya asal jadi,kantor pemenang tender sendiri yaitu PT .Mujifa Maju Bersama tidak sesuai dengan alamat yang tertera di website LPSE.

Ketika media menyambangi alamat pemenang tender Pembangunan pelantar pelabuhan di kampung Baru galang baru tersebut,sangat ironis warga setempat tiban housing mengaku tidak mengetahui nama perusahaan itu .

" Enggak tahu,setahu saya disini itu tidak pernah terdengar PT .Mujifa Maju Bersama,lagian inikan pemukiman warga,kalau pun ada pasti ada plang namanya." ucap warga setempat kepada media ini menjelaskan.

PT .Mujifa Maju Bersama yang beralamat di Blok B3 no 5 di Tiban Housing Sekupang itu tidak tepat,sebab warga sekitar  yang berada di alamat itu mengakui tidak pernah mengetahui keberadaan nama perusahaan tersebut,termasuk perangkat RWnya  sendiri juga mengatakan bahwa PT .Mujifa Maju Bersama tidak pernah ia ketahui berada dilingkungannya.

" Setahu saya itu tidak ada,kalau alamat itu ada,tetapi nama perusahaan itu belum pernah dengar." katanya singkat.

Mencuatnya permasalahan ini kepermukaan,ditenggarai dari pernyataan pemenang tender PT .Mujifa Maju Bersama kepada salah satu wartawan di Nagoya beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa PT .Mujifa Maju Bersama hanya pemenang tender saja dan bukan pelaksana kerja,diduga perusahaan tersebut hanya mengambil Fee saja.

Proyek Pembangunan pelantar pelabuhan yang menelan biaya Rp 2 miliiar lebih itu terkesan asal jadi dan tidak maksimal,sebab atap saja tidak rata,tangga belum dipasang,penerangannya belum terpasang padahal kabel hitam memanjang disepanjang dermaga,lain lagi dengan bentuk semenisasinya,terlihat jelas bahwa campuran semen, pasir dan batu krikilnya tidak memadai,sebab sudah ada beberapa titik yang menunjukkan kerusakan, diduga pengerjaannya dilakukan secara manual dan terburu-buru.(Klik disini  untuk melihat gambarnya)

Selain itu,material yang digunakan untuk penahan dermaga diduga juga tidak yang semestinya,sebab disetiap penahan dermaga terdapat ujung besi yang berukuran kurang lebih 8 s/d 10 milli.

Bahkan material penahan dak dermaga itu juga masih terpasang dan belum dilepas,menurut warga bahwa pihak perusahaan yang mengerjakan proyek itu sudah pernah diperingati dan didenda oleh penyelenggara proyek,dan itu di benarkan oleh Santoso,katanya memang wajib di berikan sangsi  karena itu adalah aturannya.

Sampai berita ini dimuat,Kadishub Kota Batam yaitu Drs H Zulhendri Msi belum ada keterangan resmi terkait pertanggung laporan jawaban proyek Pembangunan pelantar pelabuhan di kampung Baru galang baru kawasan areal jembatan 6 Barelang .