Tuesday, 4 February 2014

Menjelang Pemilu 2014,Untuk Pengamanan, Polri Siapkan Sandi " Mantap Brata - 2014"


APEL KONSILIDASI GELAR PASUKAN OPERASI MANTAP BRATA  DALAM RANGKA PENGAMANAN PEMILU 2014 DI POLDA KEPRI.

Batam,Dinamika Kepri - Selasa tanggal 04 Februari 2014 sekira pukul 14.00 Wib, KabidHumas Polda Kepri Akbp. Hartono, SH diruang kerjanya menyampaikan tentang Pelaksanaan Apel Konsilidasi Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata dalam rangka Pengamanan Pemilu Tahun 2014.

Pada  pukul 08.00 Wib pagi tadi, telah dilaksanakannya Apel Konsilidasi Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata dalam rangka Pengamanan Pemilu tahun 2014 bertempat di Temenggung Abdul Jamal Kota Batam. Apel Gelar Pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Endjang Sudradjat, dihadiri oleh WakaPolda Kepri Kombes Pol. Richard Marlon Lumban Tobing, SH, Para Pejabat Utama Polda Kepri, Wakil Gubernur Kepri, WaliKota Batam, Ketua KPU Prov. Kepri dan unsur FKPD serta Para Undangan Lainnya.

Dimana Amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman pada Apel Konsilidasi Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata dalam rangka Pengamanan Pemilu tahun 2014 yang dibacakan oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Endjang Sudradjat menyampaikan, bahwa Apel Konsolidasi Gelar Pasukan yang diselenggarakan di seluruh Kesatuan Kewilayahan Se - Indonesia, dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait, sebelum diterjunkan ke lapangan. dengan demikian diharapkan, semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal dalam rangka mensukseskan Pengamanan Pemilu 2014.

Sehubungan hal tersebut, kita melihat proses pendewasaan Demokrasi sedang berlangsung yang dimulai dari tahap Transisi Demokrasi, dengan melakukan pembelajaran terhadap setiap Prinsip – prinsip Demokrasi, melalui penguatan dan pematangan Dasar – dasar dalam kehidupan berdemokrasi, menuju Konsolidasi Demokrasi hingga tahap pemantapan Demokrasi. Pada tahap Pemantapan Demokrasi, kehidupan bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara ditandai dengan akuntabilitas Pemerintah, tegaknya Supremasi Hukum, kuatnya partisipasi masyarakat dalam Politik, kepatuhan masyarakat terhadap Hukum, serta terselenggaranya Pemilu yang Aman dan Demokratis.

Berdasarkan Undang - undang Dasar 1945, Pemilu merupakan wujud keikutsertaan seluruh Rakyat Indonesia dalam penyelenggaraan Pemerintahan Negara. Di samping itu, Pemilu adalah sarana Demokratis untuk menyampaikan Aspirasi Rakyat, dalam rangka membentuk sistem Negara yang legitimate dan Berkedaulatan Rakyat, sehingga Pemerintahan dan Pimpinan Nasional yang lahir dari hasil Pemilu, merupakan kehendak rakyat dan dijalankan sesuai dengan keinginan rakyat.

Mengingat arti penting dan strategisnya Pemilu bagi keberlangsungan kepemimpinan Nasional, Pemerintahan dan pembangunan dalam mencapai tujuan Negara, maka pada konteks inilah Polri sebagai penanggung jawab Keamanan dalam Negeri, berkewajiban untuk Mengawal, Menjaga dan Mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2014. Hal ini dilakukan melalui Manajemen Keamanan yang terpadu dan Komprehensif, mengerahkan segala sumber daya yang ada, serta memperkokoh kerja sama sinergis dengan penyelenggara Pemilu, TNI, Masyarakat dan Mitra keamanan lainnya, agar pesta Demokrasi Pemilu 2014 dapat berlangsung Aman, Jujur, Adil dan Demokratis. 

Dengan demikian diharapkan, pemantapan Demokrasi dapat terwujud serta menjadi landasan menuju Indonesia yang Makmur dan Sejahtera.

Berbagai Potensi kerawanan dapat terjadi dalam setiap tahapan Pemilu berupa Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu, termasuk tindak Pidana Umum yang harus dapat dikelola dan ditangani oleh Polri secara Profesional, Transparan dan Akuntabel. Terkait Tindak Pidana Pemilu, Polri bekerja sama dengan Kejaksaan dan Bawaslu, diharapkan dapat mengoptimalkan peran Sentra Gakkumdu, sehingga dapat menyelesaikan dengan tuntas setiap pelanggaran Pemilu yang terjadi.

Oleh karena itu, dalam rangka menjamin stabilitas Kamtibmas selama berlangsungnya Pemilu 2014, Polri menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “ Mantap Brata - 2014”, yang dilaksanakan selama 224 hari di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), dengan mengedepankan kegiatan Preemtif dan Preventif yang didukung kegiatan Intelijen, Penegakan Hukum, Kuratif dan Rehabilitasi, dalam rangka mengamankan setiap tahapan inti Pemilu 2014.

Sehubungan dengan pelaksanaan Operasi Kepolisian tersebut, maka dalam Implementasinya akan dilakukan pergelaran Fungsi - fungsi Kepolisian dilapangan dalam bentuk Satuan Tugas Tingkat Pusat, Tingkat Daerah dan Tingkat Polres, yang melibatkan Dua ratus lima puluh tiga ribu tiga puluh lima ( 253.035 ) Personel Polri, dengan bantuan perkuatan Dua puluh tiga ribu empat ratus lima puluh ( 23.450 ) Personel TNI dan Satu juta sembilan puluh satu ribu lima ratus lima puluh enam ( 1.091.556 ) Personel Linmas untuk mengamankan sebanyak Seratus delapan puluh enam juta seratus tujuh puluh dua ribu lima ratus delapan ( 186.172.508 ) Pemilih Sementara yang akan tersebar pada Lima ratus empat puluh lima ribu tujuh ratus tujuh puluh delapan ( 545.778 ) TPS Sementara yang tersebar di Indonesia.

Dalam rangka mendukung hal tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman juga memerintahkan kepada seluruh Pimpinan Kesatuan agar terus meningkatkan kemampuan Personel, serta memberikan kelengkapan perorangan yang memadai, dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang terjadi pada Pemilu 2014, serta kemungkinan terjadinya situasi Kontinjensi. Oleh karena itu, segera laksanakan Latihan Pra Operasi ( LatpraOps ) “ Mantap Brata – 2014 ” dan LatpraOps dalam menghadapi situasi Kontinjensi yang merupakan bagian Integral dari Asta siap, sehingga seluruh personel Polri benar – benar siap untuk mengamankan Pemilu 2014.

Selain itu, kepada seluruh Jajaran, agar secara Proaktif terus memperkokoh Sinergi Polisional dengan penyelenggara Pemilu, TNI, Masyarakat dan Mitra keamanan lainnya, dalam rangka mendukung kesuksesan Pemilu 2014. Sekali lagi Kapolri menegaskan agar seluruh Personel Polri tetap menjaga Netralitas, dengan tidak berpihak kepada kelompok tertentu dalam memberikan Pelayanan maupun tindakan Kepolisian lainnya, selama berlangsungnya Tahapan – tahapan Pemilu 2014.

Untuk menghadapi tugas mulia dalam rangka pengamanan Pemilu 2014, pada kesempatan Apel Konsolidasi Gelar Pasukan ini, ada beberapa Pesan yang disampaikan oleh Kapolri untuk dapat dipedomani dan  dilaksanakan :

1.Siapkan Mental dan Fisik dengan dilandasi Komitmen Moral dan Disiplin kerja yang tinggi, dalam  memberikan Pelayanan Kepolisian yang optimal kepada masyarakat.

2. Petakan setiap kerawanan pada setiap Tahapan Pemilu 2014 serta lakukan Deteksi dini dengan mengoptimalkan Fungsi Intelijen yang didukung BhabinKamtibmas, untuk mengetahui Dinamika dan Fenomena yang berkembang di masyarakat.

3.Implementasikan Asta siap secara maksimal di masing – masing kesatuan, sehingga pengamanan pemilu 2014 dapat Benar – benar kita laksanakan secara optimal;

4.Perkokoh kerja sama yang Harmonis dengan seluruh Penyelenggara Pemilu, Unsur TNI dan segenap komponen Masyarakat.

5.Bagi segenap Anggota Polri, jaga Komitmen dan Netralitas serta tidak terlibat dalam kegiatan Politik Praktis dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

6.Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman Terorisme yang memanfaatkan Momen Pemilu tahun 2014.

7.Lakukan penegakan Hukum terhadap pelanggaran tindak pidana Pemilu secara Terpadu, melalui Sentra Gakkumdu.

8.Berikan Arahan dan Petunjuk yang jelas kepada Anggota sebelum bertugas serta pedomani Aturan dan S.O.P yang berlaku.

9.Siapkan rencana Pengamanan Kontinjensi serta latihkan kepada seluruh Personel.

10.Lakukan Pengawasan dan Pengendalian secara melekat terhadap pelaksanaan Operasi dan Kinerja Anggota.

Demikian KabidHumas Polda Kepri Akbp. Hartono, SH diruang kerjanya menyampaikan tentang Pelaksanaan Apel Konsilidasi Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata dalam rangka Pengamanan Pemilu Tahun 2014 tersebut.