Saturday, 8 February 2014

Terkait Kerusakan Jalan Umum Di Tiban 5 , Dua Perusahaan Saling Tuding Menyucikan Diri.



Batam,Dinamika Kepri - Kerusakan Jalan umum di Tiban 5 sepertinya tidak ada yang bertanggung jawab,baik dari PT Glory Point maupun PT Cipta land ,padahal sangat jelas kalau kerusakan jalan umum itu ditenggarai adanya  kegiatan penimbunan Tanah yang menggunakan kendaraan berat untuk menimbun hutan Bakau disekitar itu.

Sebelumnya pihak Perusahaan PT Cipta Land mengatakan,bahwa kerusakan jalan itu diakibatkan kendaraan berat yang digunakan Perusahaan lain (PT Glory Point=red)dan bukan kendaraan mereka,mereka mengaku tidak melakukan penimbunan atau menggunakan kendaraan berat (Dumtruck = red) untuk pematangan lahan mereka.

" Kami tidak terlibat dalam kerusakan jalan itu,tanyakan saja sama Perusahaan yang lagi melakukan penimbunan itu, karena merekalah yang menggunakan kendaraan Truck yang selalu melewati jalan itu,kami tidak ada melakukan penimbunan dan menggunakan kendaraan atau Dum truck, jadi perusahaan kami tidak ikut merusak jalan itu. " Ucap Pihak PT Cipta Land,ketika diconfirmasi dari Celular 25/1/14 lalu.

Pada media ini,Sabtu 8/2/14, Pihak PT Glory Point ,Budi selaku menejer lapangan dari PT Glory Poit menyangkal pernyataan dari pihak PT Cipta Land,katanya kerusakan jalan umum itu karena PT Cipta Land.

" Oh itu salah kalau kami yang melakukan,bukan kami yang merusak jalan itu,memang benar kami memakai Kendaraan (Dumtruck),tetapi bukan yang membuat seperti itu ,sebenarnya bahwa tanah yang mengumpul ditengah jalan itu adalah tanah dari korekan Cipta yang diatas,airnya ngalir dari korekan itu, sehingga air terggenang di jalan,sebab jalan itu turunan,lama-kelamaan tanah  menimbun dan mengendap,makanya seperti itu ,kalau jalan Aspalnya tidak rusak,cuma tertimbun tanah saja." Ucap Budi Pada media ini.

Sampai saat ini sabtu 8/2/14, jalan masih terkesan dibiarkan ,akibatnya masyrakat yang ingin menggunakan jalan itu harus mengurungkan niatnya dan memutar arah mencari jalan alternative lain.

Bahkan Pemerintah setempat  seperti Lurah dan Camat terkesan tutup mata dengan kejadian itu,padahal jalan itu adalah jalan umum milik semua masyarakat,tetapi kini pemerintah setempat lebih memilih keinginan para pengusaha dari pada masyarakat pengguna jalan , sebab dengan adanya kesan tutup mata tersebut ,pengusaha mampu merusak fasilitas umum tersebut.