Tuesday, 18 February 2014

HOTEL BCC DI DEMO , IZIN AMDAL DAN PERIZINAN DIPERTANYAKAN.

Izin Apartement dialih fungsikan menjadi Hotel.

Batam.Dinamika Kepri - Hotel BBC yang terletak di Kecamatan  Lubuk Baja Kelurahan Selicin di demo sejumlah ormas di Kota Batam(15/1/2014). Aksi  sekitar jam 10.00 Wib tidak berlangsung lama, karena terjadi adu mulut dan keributan dengan Aparat Kepolisian yang telah berjaga. 

Pihak Kepolisian langsung membawa orang yang melakukan aksi yang keributan ke Polresta Barelang. Aksi dilakukan bentuk kekecewaan terhadap Konstitusi Pemerintahan Walikota Batam Ahmad Dahlan, karena Hotel BBC dibiarkan buka sampai sekarang padahal ada terindikasi penyalahgunaan wewenang dalam  izin Amdal dan yang lainnya di Konstitusi Pemko Batam. 

" Ini akan dikembangkan oleh kami terhadap kepemilikan Hotel BBC dan ini sudah jelas-jelas ada korporasi di dalam Institusi Pemko Batam  kepada Media ini yang enggan disebut namanya. mengatakan telah menemui perubahan Status fungsi.

" Yang kami temui bahwa BBC berubah alokasi dari developer  menjadi Hotel, ini juga yang menjadi dasar terkait izin IMB yang dikeluarkan Walikota Batam yang membidangi Tata Kota . Disini sebenarnya sudah jelas ada yang tidak beres terkait Izin-izin Hotel BBC , atau  apakah Walikota beserta pejabatnya punya saham di Hotel BBC kita tidak tau. Yang pasti dalam aksi ini adalah meminta Walikota Batam menutup Hotel BBC dan meminta  usut segera tentang perizinan Amdal BCC dan Perizinan yang lain terkait Keramaian standart peruntukan Bangunan yang di keluarkan Walikota Batam." Katanya.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Aris Rusdiyanto. Di Konfirmasi dalam aksi tersebut  terjadi bentrok baku hantam dan pemukulan antara pendemo dan pihak kepolisian, tidak ada Nihil. Sementara di Polresta Barelang terlihat seseorang sedang diruangan Intelkam.

Walikota Batam Ahmad Dahlan yang di konfirmasi tentang status Hotel BCC dalam perizinan dan adanya pelanggaran perizinan dan pendapatan daerah tidak menjawabsaa sekali .begitu juga dengan Kepala Kantor Imigrasi Yudi dikonfirmasi tentang perizinan WNA juga tidak bisa ditemui. Tim 

( A.Rianto)