Monday, 27 January 2014

VCD Dan DVD Bajakan , Masih Menjadi Pilihan Masyarakat Batam.

Batam,Dinamika Kepri - Sampai saat ini 26/1 ,kaset-kaset DVD dan CD bajakan masih di jual bebas terutama di kota Batam,hampir di setiap  sudut kota Batam terutama di daerah Nogoya,dan Batu Aji,para pedagang menjajakan kaset bajakannya dengan bebas,dengan harga murah meriah ,pelanggan bebas memilih.

Dari kisaran harga Rp 5ribu s/d 10ribu perkepingnya ,pembeli lalu lalang silih berganti. dimana harga yang asli yang atau VCD dan DVD membayar pajak (Original), beda jauh dengan harga bajakan.
Para pedagang seakan tidak merasa sungkan memajangkan kaset-kaset bajakan tersebut, dengan harga murah , kaset -kaset laku terjual.
 
Seorang pedagang kaset yang enggan namanya disebut mengatakan ,kaset bajakan sangat beda kuwalitasnya dengan yang original,katanya, itu terlihat dari kwalitas kasetnya,biasanya kaset bajakan sesudah di putar ,gambarnya kurang jelas,sering macet kalau sudah di putar lebih dari tiga lagu,gambarnya akan pecah petak-petak.
 
Katanya " Kalau kaset yang original biasa hanya memuat satu judul filem saja dan untuk pemakaian bisa tahan lama, walau sudah berkali-kali di putar hasilnya tetap bagus.lain dengan bajakan,paling-paling 3 kali pasang,selanjutnya sudah rusak."

Ketika ditanya apa bedanya,Ia menjawab " Kalau yang ori pastinya dari kasetnya memang yang bagus,tapi untuk bajakan,biasanya kasetnya bermutu buruk." katanya.

Untuk kaset bajakan ,pedagang  membadrol  perkepingnya Rp 10 ribu untuk DVD dan Rp 7 ribu VCD atau CD,Kaset DVD bajakan ,biasanya memuat 10 Filem,dan biasanya hanya 2 filem yang bisa di putar.
 
Cara mereka membuat kaset bajakan .
Jaman  terus berlalu ,dan semakin hari semakin canggih,sebab saat ini sangat mudah untuk melakukan  pembajakan hak cipta orang lain.
 
Biasanya, para pembajak kaset ini melakukan aksinya dengan mengunakan fasilitas internet, pembajak tinggal ini memilih judul lagunya ,untuk lagu-lagu,  mereka  mengambilnya dari situs youtobe dengan cara mendownload/mengunduhnya , untuk filem diunduh dari  situs real player maupun di download dari Youtbe.
Situs youtobe menyediakan jutaan koleksi lagu –lagu  maupun Filem-filem unggulan ,hampir setiap hari banyak orang mengunggah file-filenya ke jejaring sosial Youtbe.
 
Dengan menggunakan Software download cepat  yaitu Internet Download manager (IDM),siapa saja dapat mendowload semua konten yang tampil di layar Computer.degan mengunakan software ini banyak orang melakukan pembajakan hak cipta orang lain.
 
Cara cepat membuat kaset bajakan.

Download IDM  dari internet > Instal di lactop atau computer anda >lalu masuk link penyedia lagu-lagu atau Filem>setiap konten yang berisi data,secara automatis software IDM yang sudah terinstal akan memerintah anda untuk mengunduh atau mendownload > setelah itu,klik pilihan download >sesudah itu gunakan software AVC untuk mengconventer  file dari FLV ke MPEG- I,seterusnya masukan kaset CD atau DVD anda,lalu di Burning dan lihat hasilnya.untuk memastikan tes di VCD.begitulah cara kerja pembajak kaset itu sehari-harinya.
 
Untuk saat ini,pekerjaan membajak kaset adalah  sudah termasuk pekerjaan  bodoh,dari pada anda membeli kaset bajakan,alangkah baiknya anda memcoba sendiri,tetapi hati-hati,gunakanlah untuk kebutuhanmu sendiri,dan jangan beranikan dirimu untuk menjual atau mengedarkannya kepada orang lain. 
 .
Masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah "hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku" (pasal 1 butir1)
 
 
Sanksi pidana atas pelanggaran hak cipta di Indonesia secara umum diancam hukuman penjara paling singkat satu bulan dan paling lama tujuh tahun yang dapat disertai maupun tidak disertai denda sejumlah paling sedikit satu juta rupiah dan paling banyak lima miliar rupiah, sementara ciptaan atau barang yang merupakan hasil tindak pidana hak cipta serta alat-alat yang digunakan untuk melakukan tindak pidana tersebut dirampas oleh Negara untuk dimusnahkan (UU 19/2002 bab XIII).