Tuesday, 7 January 2014

Untuk Menjaga Pintu Masuk Pelabuhan Di Seluruh Batam , BC Ngakui Tak Mampu Karena Minim Personil.


Batam,Dinamika Kepri - Di tinjau dari strategisnya letak posisi Batam,petugas Bea dan Cukai yang bertoritorial didaerah Batam ini , memaksa harus bekerja extra untuk menjaga setiap pergerakan dilaut maupun di setiap pelabuhan resmi dan tidak resmi yang ada di Pulau Batam. apalagi saat ini pertumbuhan pelabuhan rakyat dan pelabuhan tikus  pertumbuhannya terus menjamur , diduga belum semua pelabuhan yang ada di sekitar Batam  bisa terdeksi oleh para petugas kepabeanan ini.

Strategisnya perairan Batam,dimana yang berhadapan  lansung dengan Negara jiran seperti Malaysia dan Singapura , maka membuat perkembangan Jaman di Batam ini  tidak ketinggalan seperti Negara jiran tersebut.

Batam adalah surganya barang-barang jenis Elektronik, di tambah lagi peraturan pemerintah pusat yang menjadikan Batam sabagai Kawasan bebas pajak atau  Free Trade Zone (FTZ).tetapi menurut bagian Penindakan (Kabid P2) Bea Cukai (BCBatamKunto Prasti ,katanya ,  tidak semuanya bebas masuk, walau bebas pajak masuknya ,tetap ada jenis barang yang layak masuk dan yang tidak layak masuk , walaupun bisa , tentunya harus melaui tahapan-tahapan tetang perizinannya, jelas Kunto Prasti pada media ini senin 6/1 di ruangan kerjanya siang tadi.

Pada media, Kunto Prasti juga mengaku Minim personil untuk menjaga semua pelabuhan ada di Batam.

" Kalau penjagaan di pelabuhan resmi personil kita cukup,tetapi kalau untuk menjaga seluruh pelabuhan rakyat dan tikus yang ada di seluruh Batam, jelas kita kurang personil,kalau seperti kurangnya bukan di Batam saja,melainkan skala Nasional " Terangnya.


Maraknya peredaran  Barang barang Lux di Batam, seperti salah satu  Handphone mirip berkelas super canggih, diduga tidak semua peredarannya memiliki perizinan yang semestinya ,sebab saat ini telah banyak beredar maupun di pasaran banyak terdapat  Hp tipe Aipet,Tablet dan notepat merek cina, bahkan ketika kita hendak membeli barang tersebut , harganya jauh lebih murah di bawah dari Harga Pasaran, bahkan untuk Buku panduan alat tersebut tidak dapat di tunjukan oleh pejualnya.ketika awak media menayakan asal -usul barang tersebut,penjual hanya diam  pura-pura tuli dan tidak merespon samasekali.

Menanggapai Hal itu,Kunto Prasti   selaku Penindakan (Kabid P2) Bea Cukai (BCBatam ini. megatakan,kalau barang yang sudah beredar dipasaran ,kita tidak berhak untuk melakukan penindakan,itu bukan wewenang kita,yang jelas wewenang Disperindag dan Kepolisian.

Sebelum mengakhiri perbincangannya kepada media , Kunto Prasti Asal Medan ini berharap,meminta dengan sangat ,agar kiranya setiap warga baik haruslah taat hukum ,apalagi para pelaku bisnis setidaknya mereka  mengunakan  yang jalur yang resmi,dimana tujuannya  untuk memperlancar bisnisnya itu sendiri,dan terlepas dari tindakan hukum dan juga  untuk mengantisipasi hal-hal dari penindakan Hukum yang jelas bisa merugikan pebinis itu sendiri, Tutup mengakhiri.