Wednesday, 22 January 2014

Polda Kepri Gelar Apel Kesiagaan Penanggulan Bencana Alam.


Batam ,Dinamika Kepri- Hari ini Rabu tanggal 22 Januari 2014 sekira pukul 08.00 Wib, Polda Kepri dan Jajarannya melaksanakan Apel Kesiap – siagaan Penanggulangan Bencana di Lapangan Tembak Mapolda Kepri yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Endjang Sudradjat, dihadiri oleh WakaPolda Kepri Kombes Pol. Richard Marlon Lumban Tobing, SH, Para Pejabat Utama Polda Kepri, Para Kasatker / Kasatwil Jajaran Polda Kepri dan Para Personil Polda Kepri serta Jajarannya.

Kapolda Kepri dalam amanatnya menyampaikan bahwa, Apel Kesiap - siagaan yang kita laksanakan hari ini, merupakan wujud kesiapan dan ketanggapsegeraan Polri dalam menanggulangi berbagai bencana yang saat ini terjadi di Tanah Air, Seperti : Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo Sumatera Utara, Banjir di Provinsi DKI Jakarta dan di beberapa wilayah di Jawa Barat, Sulawesi Utara serta Daerah lainnya di Indonesia.

Bencana yang terjadi di Tanah Air merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat, baik yang disebabkan oleh faktor alam, non alam maupun akibat ulah manusia. 

Adapun bencana yang disebabkan oleh faktor alam antara lain : Gempa Bumi, Tsunami, Gunung Meletus, Banjir, Kekeringan, Angin Topan dan Tanah Longsor. Sedangkan bencana yang disebabkan faktor Non alam antara lain : berupa Gagal Teknologi, Gagal Modernisasi, Epidemi dan Wabah Penyakit. 

tahun 2013 telah terjadi sebanyak 693 bencana alam yang terdiri dari : Tanah Longsor 262 kali, Banjir Bandang 95 kali, Banjir Pasang ( Rob ) 44 kali, Kebakaran Hutan 24 kali, Gempa Bumi 2 kali, Gunung Meletus 1 kali, Angin Puting Beliung 94 kali, dan Bencana Alam lainnya 171 kali. Sedangkan bencana Non alam yang terjadi selama tahun 2013 sebanyak 448 bencana yaitu : Kebakaran sebanyak 424 kali dan bencana Non alam lainnya  sebanyak 24 kali.

Berbagai bencana tersebut telah mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Selain itu, bencana tersebut juga menimbulkan permasalahan lain seperti : pemenuhan kebutuhan hidup bagi masyarakat pengungsi, kerawanan penyakit menular serta masalah keamanan harta benda yang ditinggalkan para pengungsi.

Mencermati hal tersebut diperlukan Langkah – langkah Proaktif dari seluruh Anggota Polri untuk membantu masyarakat yang terkena bencana, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 14 Ayat ( 1 ) huruf i Undang - undang Nomor 2 Tahun 2002 yang menyatakan bahwa Polri bertugas melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan / atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia ( HAM ).

Oleh karena itu, Kapolda Kepri memerintahkan kepada seluruh Jajaran Polda Kepri untuk bersinergi dengan BNPB, BPBD, TNI, Pemerintah Daerah, Instansi terkait lainnya serta segenap komponen masyarakat, guna mengantisipasi dan menanggulangi setiap bencana yang terjadi, mulai dari tanggap darurat hingga pasca bencana dengan melakukan kegiatan pengamanan, penyelamatan, perlindungan, pelayananan, evakuasi korban, pengamanan harta benda yang ditinggalkan, identifikasi korban bencana ( Disaster Victim Identication) dan penegakan hukum serta membantu upaya rehabilitasi masyarakat.

Pada kesempatan apel Kesiap - siagaan ini Kapolda Kepri menyampaikan beberapa penekanan yang harus ditindaklanjuti dan dilaksanakan, Yaitu :

1.Laksanakan tugas penanganan bencana alam ini dengan dilandasi keikhlasan sebagai ibadah melaksanakan tugas kemanusiaan

2.Tampilkan sosok Polisi penolong dan pelayan masyarakat ketika melaksanakan tugas penanganan bencana, sehingga masyarakat benar – benar merasakan pertolongan Polisi serta merasa terlindungi dan terayomi

3.Lakukan koordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI dan Pemerintah Daerah serta seluruh Elemen masyarakat untuk mendirikan Posko / Pos pengungsian dan dapur umum, dalam rangka membantu masyarakat korban bencana

4.Dirikan Pos pengamanan dilokasi – lokasi yang ditinggalkan masyarakat yang terkena bencana

5.Laksanakan kegiatan Patroli didaerah yang ditinggalkan masyarakat pengungsi untuk menghindari terjadinya aksi penjarahan, pencurian ataupun kejahatan lainnya

6.Amankan lokasi bencana, pengungsian dan penampungan

7
.Lakukan penegakan Hukum secara tegas terhadap pelaku tindak pidana yang memanfaatkan situasi bencana

8.Perbantukan Tim kesehatan Polri untuk memberikan pertolongan dan penyelamatan kepada korban masyarakat ataupun anggota Polri yang menjadi korban

9.Lakukan bantuan SAR dengan segera di titik – titik lokasi bencana

10.Optimalkan Sarana dan Prasarana Polri yang ada di Kesatuan untuk membantu para korban bencana

11.Jalin hubungan yang harmonis dengan seluruh personel yang terlibat penanganan bencana serta seluruh warga masyarakat di daerah bencana, melalui kebersamaan demi tugas kemanusiaan

12.Jaga kesehatan serta senantiasa berdoa kepada Tuhan agar Saudara – saudara kita yang terkena Bencana agar diberikan kekuatan dan ketabahan
 
Demikian KabidHumas Polda Kepri Akbp. Hartono, SH diruang kerjanya menerangkan tentang Polda Kepri Gelar Apel Kesiap – siagaan Penanggulangan Bencana tersebut.