Wednesday, 22 January 2014

Perda Karimun Tentang Pendidikan,Barang Hilang Dimaling,Wali Murid Wajib Mengganti.

Karimun,Dinamika Kepri - Entah apa mau jadi kabupaten tercinta ini, bukannya semakin bertambah usia, semakin mapan system pemerintahan, tapi malah sebaliknya. Semakin Tua usia kabupaten karimun ini tapi malah bobrok system pemerintahannya. Apalagi  ini terjadi pada dunia pendidikan. Yang seharusnya menjadi  tauladan bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat  kabupaten karimun.  tapi malah menjadi cemoohan di segelintir masyarakat.

Sekolah Dasar negeri 004 Tanjungbatu kota, baru baru ini mengumpulkan dana bantuan layaknya bantuan gempa, banjir atau musibah lainnya yang bertujuan untuk menggantikan Laptop, Komputer, Printer dan perangkat elektronik lainnya yang di gondol maling belum lama ini. 

Sumbangan yang paling sedikit dikenakan Rp.10.000,- ini  paling tidak dapat membantu menggantikan laptop dan lainnya sebagai operasional di sekolah. Ini suatu kebijakan seolah olah sekolah atau dinas pendidikan sudah tidak lagi punya uang untuk menggantikannya  kembali  perangkat yang raib  tersebut.

Kebijakan kepala sekolah ini , bukannya disambut baik dari para orang tua dan wali murid, tapi malah menjadi cemoohan bagi masyarakat.

“ Barang sekolah di curi orang, masak kami kami orang tua murid harus menggantikannya?. Macam kami pula yang mencurinya?!”.Ujar salah  seorang  orang tua murid disekolah tersebut yang  enggan  memberitahukan namannya.

Ibu Susi kepala sekolah SDN 004 Tanjungbatu kota saat duhubungi melalui selurernya, di momor 0813646561XX utk konfirmasi, anehnya mengatakan tidak tahu menahu hal tersebut diatas. Ia malah cepat cepat mengakhiri  pembicaraan sambil mengatakan bahwa awak media ini salah sambung. Padahal nomor  HP tersebut kami dapatkan dari wali murid dan guru yang ada pada saat itu.

EK seorang wali murid mengungkapkan hal yang serupa. Ia menambahkan dan berharap. Pemerintah Kabupaten Karimun sebenarnya mesti selektif untuk memilih kepala sekolah, bukan asal tujuk aja atau berdasarkan amplop yang diterima. 

Pilih pemimpin berdasarkan seleksi, yang  bermutu dan memenuhi  standar kopetensi  akademik. Adakan penilaian terlebih dahulu. Pelatihan kepala sekolah mesti diadakan. jangan pelatihan dijadikan kedok  belaka untuk kepentingan bisnis tertentu. 

Tetapi pelatihan dengan penuh harapan Sehingga kedepan hadirnya seorang pemimpin khususnya pemimpin suatu sekolah di tengah tengah masyarakat, dan didalam mengambil setiap kebijakan nanti, sudah tidak  lagi menimbulkan kekecewaan. Sudah pasti kedepan akan muncul pemimpin yang bersih, tanggung jawab dan mampu memikirkan   perkembangan pendidikan khususnya dunia pendidikan di Kabupaten Karimun yang kita cintai ini.(ar)