Monday, 6 January 2014

Demo Buruh Di Awal Tahun 2014,Pekerja PT Fine Precision Unjuk Rasa Didepan Perusahaan.

 " 9 Tahun dipekerjakan,status karyawan masih kontrakan, Managemen PT Fine Precision Akui Bersalah".

Batam, Dinamika Kepri - Senin 6/1.Pagi sekitar jam 8,para pekerja shif pagi PT Fine Precision berunjuk rasa didepan perusahaan tempat mereka bekerja.

Para pekerja menuding perusahan telah memperlakukan mereka bak sapi perah,Kami terus disuruh bekerja ,tapi hak kami selalu di ingkari,ucap pendemo.

Unjuk rasa buruh yang tergabung dalam serikat Pekerja Fspmi di perusahan tersebut,sangat terbilang minim,pengunjuk rasa hanya berjumlah sekitar 20 orang saja.

Walau pendemo perusahaan minim,Kapolsek Batu ampar Kompol Zainal juga tetap menurunkan personilnya ,di lapangan tampak terlihat beberapa polisi berpakain dinas dan beberpa personil buser menyebar di seluruh sekitar lokasi,bahkan ada informasi ,bahwa pihak perusahaan juga tengah menyewa jasa pengamanan dari unsur preman,katanya preman sewaan perusahaan telah ngumpul ngopi di kantin sebelah, ketika media menyambangi kantin yang dimaksud,ternyata benar adanya,puluhan orang tengah duduk santai sambil memandangi prilaku pengunjuk rasa,tetapi tidak bisa dipastikan apakah mereka orang sewaan perusahaan atau bukan. dan untuk memastikan kabar tersebut,media ini mencoba menghubungi HRD perusahaan tersebut yaitu Hermanto,tetapi ia jawab tidak berkenan untuk di tanyai.

Adanya Aksi unjuk rasa didepan perusahaan PT fine Pricision itu,para pekerja menuntut hak mutlak sebanyak 6 item,antara lain, Perjanjian kontrak waktu tertentu (PKWT),Upah lembur,Cuti Haid,Extra puding,Jamsostek dan Thr.

Menurut mereka, 6 item tuntutan mereka harus bisa dipenuhi perusahaan,kalau tidak demo akan berlanjut sampai dua hari kedepan,dan akan menurunkan lebih banyak personil dari solidaritas aksi buruh FSPMI.

Akhirnya sekitara jam 10 ,pihak disnaker menyambangi perusahaan tersebut,Ari Gunadi selaku pengawas dan penindakan di Dinas tenaga kerja Kota Batam, mengatakan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan mediasi antara pekerja dan pihak perusahaan. 

Bersama perwakilan  pekerja,pihak pegawai Disnaker,polisi bersama-sama masuk kedalam ruang rapat perusahaan,mereka melakukan rapat secara tertutup,bahkan satu orang wartawanpun tidak diperkenankan untuk ikut meliputnya .

Pihak perusahaan terkesan tertutup, tidak ada sepatah katapun yang bisa disampaikan oleh pihak perusahaan kepada media untuk perimbangan berita.

Menanggapi tertutupnya pihak perusahaan terhadap media ,Salah seorang yang enggan menyebut namanya ,mengatakan bahwa semua struktur kepengurusan perusahaan itu sangat takut kepada wartawan. terlebih lagi Hermanto seporang HRD perusaahn ini,paling takut sama wartawan, tidak kenapa,itulah yang saya lihat selama ini, ucapnya penasaran.

Setelah 3 jam melakukan mediasi,akhirnya pihak perusahaan menyetujui tuntutan karyawan,tetapi pihak perusahan lebih mengutamakan  masalah perjanjian kontrak waktu tertentu (PKWT).Ungkap Ari gunadi pada media,bahwa perusahaan masih tertuju masalah PKWT,mereka mengatakan akan memikirkannya selama 7 hari, dan kalau tidak di indahkan,kita akan segera  mengambil menindak Tegas perusahaan ini.