Friday, 3 January 2014

Ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara Tahun lalu,Diduga Jadi Pembelajaran Bagi BP Kawasan Batam


Wilem Sumanto : " Untuk menertibkan keamanan dan kenyamanan  Jembatan Barelang, Kami Dit-Pam dituntut selalu bekerja semaksimal mungkin "


Batam,Dinamika Kepri - Ambruknya jembatan Kutai Kartanegara Pada tanggal 26 November 2011 pukul 16.20 waktu setempat, Jembatan Kutai Kartanegara ambruk dan roboh. Puluhan kendaraan yang berada di atas jalan jembatan tercebur ke Sungai Mahakam. 24 orang tewas, dan puluhan luka-luka akibat peristiwa ini dan dirawat di RSUD Aji Muhammad Parikesit. Sedangkan 12 orang dilaporkan hilang, 31 orang luka berat dan 8 orang luka ringan.

Akibat peristiwa itu, Diduga BP kawasan Batam segera membuat aturan atau himbauan kepada warga Batam agar tidak sembarangan memakirkan kendaraannya di Jembatan satu Barelang,tujuannya agar beban daya tahan jembatan tetap stabil dan tidak overload dari beban yang ditentukan.

Pada hari kamis 2/1 sore , Media ini bertandang ke pos jaga pintu satu Barelang,pos jaga tersebut dijaga oleh satuan Dit-Pam BP kawasan Batam.

Ketika media ini menyambangi pos tersebut,para Dit-Pam yang bertugas sore tampak ramah menerima kedatangan para Wartawan.Katanya ,"Ada yang bisa dibantu" tanyanya pada wartawan.

Terkait adanya pembatas di lajur jalan tepatnya di jembatan Satu Barelang, Wilem Sumanto selaku pimpinan pos mengatakan,katanya untuk menghindari parkir kendaraan diatas jembatan,dimana seperti arahan BP Kawasan Batam beberapa waktu yang lalu,Bahwa demi menjaga kenyamanan para pengunjung ditambah lagi untuk menjaga keseimbangan jembatan.

" Iya itu di sengaja kita lakukan sebagaimana dengan perintah ,tujuannya agar para pengandara tidak memakirkan kendaraannya di atas jembatan lagi,selama ini kita lihat , para pengendara sembarangan berhenti diatas jembatan, padahal kegunaan jembatan bukan untuk parkir,melainkan untuk penghubung , tapi warga tidak memahami,akibatnya  sering membuat kemacetan,walau begitu , kita  selalu memberi  arahan agar jangan memakirkan kendaraan di jembatan ,sebagian ada yang mengerti ,tapi kebanyakan tidak memahami. lagian siapa yang bisa menjamin jembatan itu tahan menahan beban di luar kemampuannya, jadi kalau tidak diarahkan,semua pada berhenti diatas jembatan,kalau kita arahkan , alasan Pengunjung  saja cuma sebentar ambil photo, karena banyaknya melakukan hal demikian,akibatnya mobil penuh di jembatan,makanya untuk menghindari hal itu kita selalu stanbay ,kita selalu berikan perhatian melalui pengeras suara (Toa) , kita takut seperti kejadian Ambruknya Jembatan di Kutai Kurtanegara Kalimantan beberapa waktu lalu , makanya dari mulai idul fitri yang 2013 lalu sudah kita melakukan larangan untuk parkir di Jembatan ". jelas  Wilem Sumanto pada media ini.

Sebelum menghakhiri ,Wilem Sumanto Juga berharap agar kiranya para  masyarakat yang berkunjung ke Jembatan unruk mematuhi aturan atau amaran yang telah ada.

" Hendaknya masyarakat yang berkunjung ke Jembatan,selalu mematuhi aturan atau amaran yang telah ada begitu juga dengan anak-anak muda,pasangan kekasih atau siapa saja, mohon jangan duduk atau berdiri di luar pagar jembatan, tidak etis kalau kita selalu menegur, jadi itu harus perlu diperhatikan,tujuannya demi keselamatan kita bersama " , Pintanya mengakhiri Perbincangannya dengan Media ini.   .