Sunday, 26 January 2014

Aliansi Aktivis Peduli Kemanusiaan , Berikan Suport Kepada Korban Penggusuran Ruli Kopkar PLN Batam Center.



Ir. Juanda "Sebenarnya, informasi yang kita terima mengatakan,Pemerintah kota Batam sudah mengalokasikan anggran bantuan buat penggusuran itu sebelumnya,tetapi ada oknum pejabat Legislative Dprd kota Batam yang  sudah menerima dan sangat tega menelapnya sendiri,dan tidak memberikannya kepada warga korban gusuran itu."

Batam,Dinamika Kepri - Terhendus Issu,bahwa ada LSM yang menjadi Pelindung bagi warga korban penggusuran ruli PLN Batam center ,diduga akibat LSM tersebut , membuat korban Penggusuran sejumlah 16 KK itu menjadi betah untuk bertahan.

Ketika Media ini menyambangi tempat itu,dipastikan memang Bukan LSM tetapi salah satu Aliansi Ativis Peduli Kemanusiaan (AAPK) yang melakukannya, sebagai bentuk peduli,  dilokasi juga terdapat  bentangan spanduk.

Ir.Juanda yang dikenal media selama ini sebagai pengeritisi dunia Pendidikan,mengatakan kalau itu yang memberikan suport kepada 16 korban penggusuran itu, bukan lembaga swadya masyarakat (LSM) tetapi aliansi yang peduli dengan penderitaan masyarakat.Juanda mengaku juga terlibat dalam membela misi kemanusiaan itu.

Pada media ini Sabtu 25/1, Ir.Juanda mengatakan,bahwa untuk biaya sagu hati untuk penggusuran tersebut, pemerintah kota Batam sudah dialokasikan sebelumnya,tetapi ada oknum pejabat Legislative Dprd kota Batam yang  sudah menerima dan tega tidak memberikannya kepada warga itu,dan ketika ditanya media ini siapa nama oknum legislative Dprd tersebut,Juanda menjawab belum saatnya untuk dibeberkan.

"Sebenarnya, informasi yang kita terima mengatakan,Pemerintah kota Batam sudah mengalokasikan anggran bantuan buat penggusuran itu sebelumnya,tetapi ada oknum pejabat Legislative Dprd kota Batam yang  sudah menerima dan sangat tega tidak memberikannya kepada wargakorban gusuran itu.",nanti tunggu proses penyelidikan dahulu." Ungkap Ir.Juanda.

Ketika ditanya bentuk bantuan yang telah di berikan Aliansi peduli masyarakat itu,Juanda mengatakan ,telah memberikan bantuan berupa tenda dan berupa bantuan lain.

" Kita telah memberikan bantuan berupa tenda,dan kita juga telah berkordinasi dengan Sat Pol PP agar sementara ini kebeberadaan mereka tidak di gusur dahulu,dan Sat POL PP sendiri  juga telah setuju dengan hal itu." tambah Juanda lagi.

Korban penggusuran yang sebelumnya berjumlah 46 kepala rumah tangga,kini bersisa 16 KK yang masih bertahan,sudah hampir berjalan 1 bulan dari mulai sejak penggusuran,tetapi  16 KK sampai ini masih bertahan di tempat itu,bahkan ke 16 kk tersebut bertahan dalam satu tenda berukuran 5x4 meter persegi.

Juanda sendiri berharap,kiranya oknum legislative yang telah menerima sagu itu, bisa segera merealisasikan kepada para korban,agar korban penggusuran itu bisa meninggalkan lokasi tersebut.