Sunday, 12 January 2014

Agar Bebas Dari Pantuan Hukum , Pengusaha Buat Gudang Kayu Dikaki Gunung.



Batam,Dinamika Kepri - Ternyata Kinerja para penegak hukum di Batam semakin menunjukkan Akut Stadium lima,bagaimana tidak , sebab ada gudang pengolahan kayu berada di kaki gunung di perumahan Cipta Asri tahap II Tembesi  , padahal jaraknya tidak jauh dari markas Penegak Hukum.


Sangat ironis bila keberadaanya lokasi pengolahan gudang itu tidak diketahui.

Bahkan dinas kehutanan daerah Provinsi Kepri dan Batam sendiri  terkesan diam tidak mampu berbuat apa-apa alias makan gaji buta saja.

Selama ini, belum ada  tindakan  berarti yang membuat efek jera kepada para perusak lingkungan tersebut.sehingga gudang pengolahan kayu atau Ilegal logging sangat menjamur.


Pahdahal dalam ketentuan – ketentuan pidana menurut UU No. 41 / 1999 Tentang Kehutanan, Ketentuan pidana yang di atur dalam Pasal 50 dan sanksi pidananya dalam Pasal 78 UU No. 41 / 1999 ada Ketentuan pada Pasal 50 menyatakan bahwa, “Setiap orang dilarang merusak prasarana dan sarana perlindungan hutan (ayat 1)dan Setiap orang yang diberikan izin usaha pemanfaatan kawasan, izin usaha pemanfaatan jasa lingkungan, izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu, serta izin pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu, dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kerusakan hutan (ayat (2).


Sedangkan ketentuan pada Pasal 78 ayat (1) menyatakan bahwa, “Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) atau Pasal 50 ayat (2), diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah)”.