Friday, 27 December 2013

Limbah Perusahaan Dibuang Kepemukiman, Diduga Untuk Nimbun Karena Sering Banjir.

  

Batam,Dinamika Kepri - Jumat 27/12 siang tadi,dipemukiman Kavling Patam Indah Kelurahan Patam Asri Sekupang ,telah di temukan beberapa tumpukan Limbah berbahaya.

Salah seorang warga, pada media ini mengaku telah merasa cemas atas tindakan supir lori pengangkut Barang yang masih tetangganya itu,katanya ia sangat takut kalau material yang dibuat menimbun itu adalah Limbah berbahaya.katanya ,ia takut kalau -kalau debunya terhirup,"jangankan terhirup,kena kulit saja sudah gatal ".Ucapnya cemas.

Ketika media ini menyambagi lokasi tersebut, benar adanya, bahwa memang ada tumpukan mencurigakan,diduga tumpukan yang berwarna putih itu limbah berbahaya. media mencoba mengabadikan dan melihat dengan seksama,ternyata tumpukan itu bermaterial bahan  Gypsum yang terkenal gatal apabila menganai kulit.

Via pesan singkat media ini mencoba memastikan apakah material Gypsum itu berbahaya atau tidak, Martin selaku bagian penindakan Bapedalda Batam  sampai saat ini belum bisa memberikan keterangannya.

Seperti diketahui, Gypsum merupakan bahan yang sering digunakan oleh masyarakat akhir-akhir ini selain harganya murah gypsum juga mudah dibentuk menjadi berbagai macam barang-barang rumah tangga. 

Gypsum juga merupakan bahan yang sangat mudah didapatkan di alam meskipun begitu terkadang dalam pengolahannya Gypsum dapat menghasilkan beberapa zat-zat berbahaya dan dapat menimbulkan efek samping jangka panjang.

Gypsum merupakan mineral yang sangat lembut yang tersusun dari kalsium sulfate dehydrate, yang memiliki rumus kimia CaSO4 2H2O.

Dalam Peraturan Semua Perusahan Penghasil Limbah Wajib Miliki Gudang Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 1999 dan Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup No. 18 tahun 2009 tentang pengelolaan limbah indutri, setiap perusahaan penghasil limbah diwajibkan memiliki gudang penyimpanan limbah tersendiri sebelum dikirimkan ke perusahaan pengolah limbah.

Dimana setiap pelanggaran terhadap pembuangan limbah apalagi mencemari lingkungan dan menimbulkan penyakit bagi masyarakat sekitar ,pelaku bisa diancam pidana atau denda hingga Rp5 miliar.

Edit- Admint.