Tuesday, 17 December 2013

RSUD Embung Fatima Gelar Sosialisasi Pap Smear.

Dinamika Kepri - Setelah sukses melaksanakan sikat gigi massal. Kini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Embung Fatimah Batam, kembali menggelar seminar Pap Smear, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke- 49, Sabtu (14/12)

Seminar tersebut digelar di lantai II ruang manajemen menghadirkan dr. Nida Sufrida Gumas spesialis Patologi Anatomi dan dr Indra Hidayah Siregar sebagai narasumber. Kedua narasumber memberikan pengarahan dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap diri sendiri.

" Kanker leher rahim (kanker serviks) merupakan kanker yang menduduki peringkat kedua yang membunuh wanita di dunia setelah kanker payudara," kata Nida Sufrida.

Nida Sufrida menambahkan, dari berbagai pusat patologi di Indonesia dan dunia terutama di negara berkembang seperti Indonesia (data terakhir 2009) menunjukkan bahwa kejadian kanker leher rahim menduduki peringkat pertama, keganasan pada wanita yang dapat menyebabkan kematian terutama di usia produktif.

Di negara maju angka kejadian kanker leher rahim mulai menurun, hal ini disebabkan karena meningkatnya kesadaran dalam rangka deteksi dini dan penata laksanaan yang kuat bila dijumpai adanya kelainan pada leher rahim.

 kata Nida, bahwa berdasarkan prinsip pengendalian kanker WHO dengan deteksi dini seperti Pap Smear, ternyata dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas kanker serviks  hingga sebanyak 60 persen.

Usaha pencegahan kanker sendiri sebaiknya dilakukan dengan pencegahan primer dan skunder. Pencegahan primer merupakan usaha untuk mencegah timbulnya kanker serviks dengan menghilangkan dan atau melindungi tubuh dari kontak dengan karsonogen dan faktor -faktor yang dapat menimbulkan kanker.

Sementara Pencegahan skunder merupakan usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan.

Upaya pencegahan primer adalah dengan mengubah hiegene yang buruk, menjaga pola hidup yang sehat dan melakukan pencegahan misalnya dengan vaksinasi.

Hal senada juga disampaikan Indra Hidayah Siregar. Ia mengatakan di negara maju program deteksi dini kanker leher rahim melalui pap smear.

Pap Smear merupakan pemeriksaan sitologi dari  apusan pada leher rahim. Bahkan, Pap Smear dapat mendekteksi adanya sel yang  abnormal sebelum berkembang menjadi lesi Pra kanker atau kanker leher rahim sedini mungkin, terutama pada wanita yang dengan frekuensi seksual aktif maupun yang mendapatkan vaksinasi.

Indra menambahkan pada dasarnya pemeriksaan Pap Smear adalah mengambil epitel permukaan pada leher rahim (serviks) bagian luar dan dalam rahim.

Penyakit kanker payudara di Indonesia terus meningkat. Banyak kasus ditemukan sudah stadium tiga dan empat. Akibatnya, kanker sudah sulit untuk disembuhkan karena penyakitnya sudah menyebar ke beberapa organ tubuh lainnya.

(sm/dtc)