Sunday, 22 December 2013

Pmpn Dikucurkan RP 36 Juta,RT Kejar Target 30 Hari, Undang Warga Gesa Gotong Royong.

Batam,Dinamika Kepri -  PNPM Mandiri adalah salah satu program yang dirancang pemerintah untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan. Program ini mendorong masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam berbagai dimensi pembangunan baik lokal maupun nasional. Masyarakat tidak hanya sebagai objek tetapi juga subjek pembangunan, masyarakat adalah pelaku, pemanfaat sekaligus pengawas pada setiap pembangunan baik berupa fisik maupun non-fisik.
Secara khusus, pelaksanaan PNPM Mandiri Kecamatan kecamatan Sekupang RT 01 di RW 07 kelurahan Kavling Patam Asri juga tidak hanya melakukan pemberdayaan semata tetapi juga meluncurkan program pelestarian sosial dengan menggandeng semua warga agar saling berintraksi satu dengan sama lain. 
Minggu 22/12, siang tadi warga Kavling Patam Indah kompak sedang melakukan gotong royong memperbaiki saluran air (Drainase) yang memang selama sudah sangat memprihatinkan.
Menurut Ibnu Lubis RT 07dari RW 01 kelurahan Patam Asri Sekupang Batam ,bahwa gotong royong yang  sedang dilakukan adalah itu,bertujuan  untuk memperbaiki Drainase sepanjang 120 meter, menurutnya lagi, bahwa Pihak kelurahan telah menurunkan anggaran sebanyak 90% dari anggaran yang ditentukan sebesar Rp 30 juta.dan 10% lagi masih tertahan dikelurahan ,dan pencairannya akan dilakukan sesudah  pekerjaan Drainase selesai.
Dalam pantuan media ini, bahwa pekerjan Drainase tersebut diketahui sudah melebihi volume yang dianggarkan yaitu sepanjang 120 meter,itu dibenarkan Oleh RT 07 tersebut. katanya memang sudah melebihi,tetapi kalau anggarannya  cukup kenapa tidak, kalau ukurannya sudah mencapai 140 meter. Tegas Ibnu.
Ia juga sangat menyayangkan sikap warganya yang terlalu bersikap kritis terhadapnya .dimana menurutnya ,bahwa sebagian warga ada yang tidak ikut dalam gotong royong ,  katanya warga terlalu  mendikte dirinya. dan menilainya dengan yang tidak-tidak.padahal menurut RT tersebut, dirinya sudah melakukan Transfaransinya terkait penggunaan anggaran Pmpn itu.
Menurut salah seorang warga,pada media ini  narasumber menuturkan tidak tahu sama sekali apa Pnpm itu,yang penting ikut membantu melakukan gotong royong sampai jam sembilan malam. cetusnya.
Dia juga menyangkan tindakan RT yang terkesan  memaksa warga untuk gotong royong sampai jam sembilan malam,akibat dari hal itu, narasumber  yang enggan menyebut namanya ini, juga memperlihatkan tangannya yang tampak  melepuh.
" inilah buktinya, masa gotong royong sampai jam sembilan, saya pergi merantau datang ke Batam untuk meninggalkan cangkul,tapi di Batam jumpa sama cangkul Juga " ucapnya berseloroh.
Terkait hal itu,RT menjawab ,bahwa untuk perbaikan drainase itu , hanya diberi waktu selama 30 hari,menurutnya waktu sudah sangat mendesak,ditambah lagi bulan ini Desember, tentunya banyak warga yang sebagian sibuk dengan akitivitas kerohanian.
" Waktunya hanya 30 hari saja, jadi kita sudah 3x melakukan Gotong-royong,mudah-mudahan bisa rampung secepatnya" Ucap Ibnu Lubis.  Dan untuk struktur kepengurusannya Pmpn tersebut, menurut Ibnu juga telah Terdaftar di Dinas KP2K kota Batam.
Turunnya anggaran dari Pmpn itu ,Sebagian warga  merasa seperti dikibulin RT,katanya , ada yang tida beres.
"mengapa RT melibatkan masyarakat ,kenapa pula ada masa kerjanya,emang kita digaji ?, dan kenapa pula melibatkan Warga dengan alasan gotong-royong dia yang kejar target kenapa kita yang diajak,kan ada anggarannya Rp 6 juta , biasanya yang memakai masa kerja itu adalah proyek yang ditenderkan, kita bukan kontraktor,lagian kita enggak di gaji " tambah Narasumber lagi kesal.