Tuesday, 17 December 2013

Oknum Polisi Suruh Warga Cabut Laporan, Warga Ruko Putra Jaya Tangjung Uncang Cium Aroma Kejanggalan.


Kabid Humas Polda Kepri ,Akbp Hartono SH." Ya , siapapun termasuk Polisi tidak boleh memaksa seseorang , kecuali yang diatur oleh Undang-Undang "

Batam Dinamika Kepri - Terkait pendirian tower diatas ruko lantai tiga  Putra Jaya Tanjung Uncang Batam, Menurut warga semakin menunjukan ketidakwajaran, " Masa Polisi yang manggil pelapor untuk mencabut laporannya, ada apa ? ,ucap Ibu Mutiara menjelaskan pada media ini.


Sore tadi sekitar jam 4 sore , beberapa warga pemilik ruko putra jaya mendatangi  kantor Polsek Batu Aji,kedatangan mereka ke polsek tersebut ditengarai ajakan Bapak Fuji selaku pelapor Pendirian Menara tower diatas ruko berlantai tiga di Putra jaya beberapa waktu yang lalu.padahal pengakuan warga, ketika mereka membuat laporan pendirian tower tersebut , mereka melapor atas nama warga dan bukan nama perorangan seperti saat ini .

Pengakuan salah seorang Warga yang kecewa , sebut saja  Mutiara,  katanya ,mereka mendatangi Polsek Batu Aji karena ajakan dari Bapak Fuji, karena bapak Fuji sudah dua kali di undan oleh oknum Polisi yang bertugas dipolsek itu untuk mencabut laporan,yaitu laporan  B/176/X/2013/Reskrim.

Bapak Fuji merasa tidak enak kalau dirinya pergi seorang diri ke polsek tersebut, Akhirnya bapak Fuji memberitahukan pemanggilan itu kepada warga yang lain, bapak Fuji tidak mau nantinya disebut sebagai penghianat bagi warga yang lain, maka dari itu  mereka sama-sama ikut mendatangi Polsek Batu Aji .

Setelah warga yang berjumlah delapan orang itu datang, mereka lansung diarahkan masuk keruang pertemuan, ternyata Andre selaku pihak pengembang yaitu PT Retower Asia sudah terlebih dahulu berada di tempat.

Dalam pertemuan antara warga dan pihak retower ucap mutiara.mereka tidak ada kesamaan pendapat,  wargapun bubar pulang tampa mengindahkan suruhan oknum polisi tersebut untuk mencabut laporan itu.

Setelah kembali pulang,warga sempat berkumpul di Cafe Borneo ,mereka penasaran atas saran Oknum polisi tersebut,mereka bertanya-tanya penasaran.

" Kenapa ya..polisi suruh bapak Fuji cabut laporan, itukan Hak kita, kita tidak mencabutnya agar laporan itu di proses,eh..ini malah Bapak Fuji disuruh Cabut , ada apa..apakah Oknum polisi itu tidak mampu memprosesnya ?, apa munghkin dia (oknum Polisi sengaja tidak disebutkan namanya) sudah dibayar ?,enggak bisa gitu dong..seharusnya polisi itu prorakyat ,yang salah harus diproses.." Ucap Mutiara kesal.

Setelah media ini mempertanyakan kembali apa misi , Visi serta alasan  warga menolak pembangunan menara tersebut,ibu Mutiara bersama warga lain menjawab, katanya bisa dilanjutakan yang penting strukturnya di perbaiki.

 " Siapa yang tidak kesal, kita minta mendatang ahli,itu juga tidak bisa disanggupi, kita minta di asuransikan juga tidak bisa dilakukan , oklah..bisa dilanjutkan,tetapi  kami minta ke empat kaki tower itu harus  ditahan besi sejenis besi Habim langsung dari  tanah, biar hidup kami lebih nyaman ,kami takut ,kenapa begitu, tower itu beratnya sepuluh ton itu pernyataan Andre di RDP di komisi III waktu yang lalu,kami kira cuma tiga ton,rupanya 10 ton, apa bisa dijamin struktur bangunannya, kalau tumbang gimana ?,sebab bangunan ini sebelumnya bukan diperuntukan pendirian Tower, jadi seharusnya itu menjadi perhatian pemerintah,jangan asal keluarkan izin saja ", Ucap warga.

Terkait kebijakan oleh oknum polisi yang menyuruh warga menarik laporannya ,Kabid Humas Polda Kepri ,Akbp Hartono SH. ketika dimintai tanggapannya oleh Media ini  , senin 16/12 malam sekitar 9 :00 wib, Via celularnya menjawab ," Ya , siapapun termsuk Polisi tidak boleh memaksa seseorang , kecuali yang diatur oleh Undang-Undang " jawab pesannya singkat.

Edit- Admint.