Tuesday, 24 December 2013

Masalah Batas Wilayah RW ,Berlanjut Hingga Ke Dewan,Tapi Yang Dibahas Masalah PNPM.


Batam,Dinamika Kepri- Puluhan orang mendatangi komisi I, mereka ingin membahas Permasalahan antara RW 16 dan RW 18 perumahan Danau indah Kabil ,sore tadi di heringkan di komisi I Dprd Kota Batam.walau sempat dibahas masalah Tapal , berlahan  alurnya bukan Masalah tapal (batas wilayah)lagi, melainkan jadi masalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Diketahui,mereka yang hadir di komisi I itu, adalah rata-rata dari para pengurus Badan kordinasi masyarakat (BKM) dan komite swadaya masyarakat ( KSM) PNPM perumahan Danau Indah Kabil.

Adanya perseteruan antara RW16 dan RW 18 yang saling mengklaim wilayah masing-masing,diduga  minimnya Suber daya Manusia (SDM) yang dimiki oleh pejabat setempat,sehingga menimbulkan  masalah perbatasan wilayah kerja para RW-RW tersebut.

Terkait batas wilayah ,Diruang rapat kedua kubu saling mempertahan batas toritorial mereka masing-masing,sehingga pimpinan rapat di komisi I itu tidak dapat memutuskan,dan menurut Lubis RW 12 usai hering ,katanya belum ada kepastian,bahkan hering  untuk selanjutnya tidak mengetahui, kapan akan dilakukan lagi.

" Belum ada jawaban,tapi yang pasti masalah ini ,sudah diserahkan ke Camat dan kelurahan setempat" jelas Lubis.

Pada media ini Seorang warga yang ikut dalam rapat tersebut merasa kebingungan, "tadi masalah Tapal,Kenapa jadi PNPM yang dibahas ?" cetusnya seperti kebingungan.

Ketika jejak pendapat terkait PNPM,terdengar dari mereka selalu mencatut nama Roslina Barus dan terkesan memojokan,mereka menuding Wanita tersebut , bahwa selama ini tidak maksimal mengemban tugasnya selaku RW di RW 16, Bahkan juga menuding Roslina Barus tidak komit terhadap kesepakatan bersama,sebagaimana sebelumnya,bahwa RW 16 telah diberikan sanksi selama dua tahun karena diduga telah melakukan kesalahan menurut penilaian mereka ,sehingga menimbulkan kemungkinan, agar bersangkutan tidak layak ikut menerima anggaran dari PMPN sesuai sangsi waktu yang diberikan.

Terkait hal tersebut,RW 12 ,Lubis juga membenarkan hal tersebut,katanya ,bahwa yang bersangkutan masih menjalani proses masa sangsi. dan mengaku bingung pada tujuan dasar heringnya di Dprd.

" Sebenarnya tujuan kita kesana (Dprd=red) untuk membahas masalah Tapal,tapi kenapa jadi PNPM yang dibahas,aku juga binggung,kenapa pengurus-pengurus BKM yang hadir" Pungkasnya via celularnya pada Media ini.

Menurut Pengamat linkungan yang memang sudah lama berdiam didaerah itu,Boby Alexander mengatakan, 

"terkait masalah Tapal ini tidak pas kalau di heringkan di komisi I ,ya memang boleh saja , tetapi masalah itu selayak dilimpahkan ke Camat atau kelurahan, karena itu tugas dan wewenang mereka,jadi biar mereka yang memutuskan batas wilayahnya,tetapi yang jelas saya kurang faham, saya pun tidak mengerti apa motivasi yang sedang mereka perebutkan dengan masalah tapal itu " .ucapnya seperti  tidak mau membahas lebih jauh masalah itu pada media ini .

Edit-Admint.