Saturday, 28 December 2013

Korban penggusuran Ruli PLN Sudah Dua Minggu Menderita,Warga Bertahan Dalam Satu Tenda,15 KK Menunggu Perhatian Dari Pemko Batam.

Batam,Dinamika Kepri - Sangat memprihatinkan dan sangat sedih sekali keadaannya. perkataan ini sangat pantas di alamatkan kepada para korban penggusuran ruli PLN yang berada di Batam Center.sebab didalam satu pondok yang berukuran 7 x5 meter itu ,dihuni 15 kepala rumah tangga dan 10 orang anak yang keadaannya sangat memprihatinkan.

Ibu Sri (45) menuturkan,mereka bertahan dilokasi penggusuran itu ,apa lagi dengan mendirikan pondok darurat bukan karena mencari perhatian,memang itulah realitanya ,ngakunya ibu Sri ,bahwa semua  yang tinggal pondok darurat itu  memang tidak memiliki rumah.

" Habis mau tinggal dimana lagi,iya disinilah dulu,habis mau kamana ?,kita tidak punya rumah seperti yang lain, kami ada 15 kk yang tinggal disini dan 10 anak-anak,bahkan anak-anak kami sering sakit-sakitan karena masuk angin dan kedinginan,kami pun tidak tahu harus kemana lagi " ucap Ibu Sri sedih dengan wajah berkaca-kaca pada ini.

Untuk belanja makan sehari-harinya,ibu Sri mengaku hanya mengandalkan dengan cara mengemis di didepan jalan,dan yang lainnya mengumpulkan barang-barang bekas(pemulung) untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya, sebab,  sejak dilakukannya penggusuran itu, usaha mereka sebelumnya adalah berdagang di tempat itu ,tetapi kini telah usai, kata ibu Sri , saat ini mereka bingung untuk mencari pekerjaan.

" Jangankan mencari pekerjaan ,mikirkan tempat saja sudah bingung,memang sadis Betul pemerintah kita ini,tampaknya mereka itu sudah tidak memiliki rasa prikemanusiaan lagi, sudah tahu kami lagi kesusahan begini ,tapi mereka tidak pernah melihat kondisi kami,bukan itu saja, ketika kami meminta sumbangan kepada oknum yang berpakaian PNS yang kebetulan lewat Naik mobil Plat Merah ,PNS itu dengan cepat menutup Kacanya dan pura-pura tidak melihat, melihat kejadian itu,aku menangis melihat anak yang memegang kotak sumbangan itu balik arah tampa mendapatkan apa-apa, aku hanya berteriak Allahwakbar..melihat peristiwa itu ". ucap Ibu Sri lagi.  

Saat ini, mereka para korban penggusuran di ruli PLN itu mengeluh ,kehidupan mereka tampak sangat tragis dan memprihatinkan, belum lagi kondisi anak mereka ,mereka mengeluh atas kebijakan pemerintah kota Batam yang telah menggusur mereka tampa surat peringatan (SP),sehingga mereka tidak memiliki persiapan.

"Memang ada SP nya tapi cuma satu kali,SP selanjutnya semua menyusul dengan tiba-tiba dan langsung di gusur habis-habisan,ucap Ibu Sri (45) pada media ini di pondok daruratnya.

Ditengah kondisinya saat ini,Ibu Sri sangat beharap kiranya ada Sosok Pemerintah yang benar-benar dapat memperhatikan Nasib mereka.

" Dengan kerendahan hati, kami butuh perhatian dari pihak manapun, kalaupun kami tidak bisa dibantu dengan alokasi tempat pemukiman,ongkos pulang kampung saja tidak mengapa,daripada sengsara begini,mendingan pulang kekampung saja " .ucap Ibu Sri asal Jawa Timur ini.

Edit- Admit