Tuesday, 10 December 2013

Kinerja Polsek Batam Kota dinilai Tak Becus, Kasus Mafia Solar Pejahat Ekonomi Negara VS Wartawan Terus Bergulir , Wartawan Yang Tergabung Dalam Awak Demo Ke Mapolda Kepri..


Batam,Dinamika Kepri - Senin 9/12,siang tadi wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Kepri (Awak) mendemo Polisi .Demo terjadi karena para Insan PERS itu merasa tidak terima atas kinerja Polsek Batam Kota.

Menurut Para Jurnalist itu ,ada kejanggalan dalam menangani kasus Wartawan VS mafia Solar tersebut,

" Kenapa sudah satu bulan lebih ini, pelaku belum juga dilakukan penahanan, ada apa,dan kenapa hanya pasal 335 saja yang dikenakan,padahal tindakan pelaku sudah melanggar Undang-undang (UUD) PERS Nomor 40 tahun 1999, selain melanggar UUD PERS, pelaku juga telah melakukan kejahatan Ekonomi,yang jelas-jelas untuk merorong negara ini,apakah memang tidak diketahui apa ,mengapa dan sebab kenapa kasus ini bisa terjadi ?, sudah seharusnya kita semua sadar dan memperhatikan hal itu" Ucap salah seorang Wartawan yanggan menyebut namanya..

Ketika melakukan demo di Polsek Batam Kota, demo berjalan dengan tertib,dan beberapa perwakilan tampak masuk menemui Seseorang diduga masuk keruang Kapolsek ,tetapi tidak berselang lama, para Wartawan melakukan demo aksi damai di halaman di Polsek batam Kota itu melanjutkan orasinya ke Mapolda Kepri.

Sesampai di Mapolda Kepri ,Kedatangan para Insan Pers yang berjumlah kurang lebih dari ratusan itu tengah disambut hangat oleh Akbp Hartono dan Kombes Haris,dengan penjagaan yang lumayan ketat ,Humas Polda Kepri Akbp Hartono meminta maaf kepada wartawan ,sebab Kapolda Kepri  Brigjen Endjang Sudrajat  sedang tidak berada ditempat ,yang bersangkutan tengah berada di Tanjung Pinang.

Dalam orasinya, Aliansi Wartawan Kepri (Awak) yang diketuai yang bernama Apul, demo berjalan tertib,bahkan dalam penyampaian  orasi pun terlihat  sangat tertib , tidak ada yang menunjukan sikap brutal atau tindakan anarkis,tertibnya demo itu sangat terlihat jelas , bahwa Para insan PERS tersebut adalah orang-orang yang mempunyai Intlektual  dan sportifitas yang tinggi,begitu juga dengan Pihak yang menyambut demo ,mereka Adalah Polisi-Polisi berdedikasi  berpangkat tinggi,sehingga pertemuan itu berjalan dengan tertib.

Di Dalam Demo tersebut.Perwakilan wartawan (Apul)  meminta Pihak Polisi agar segera mendalami  kasus yang dialami Wartawan Harian Dialog yaitu Tumpal Nababan (korban) .Apul juga meminta agar disetiap kasus yang dihadapi oleh wartawan di kawasan Kepri ,hendaknya ditangani Tingkat Polres saja.

Mendengar pernyataan itu ,Kombes Haris Dan Akbp Hartono,berjanji akan mendalami kasus tersebut,dan meyatakan akan merealisasikan permintaan Para watawan kepada jajarannya dimana setiap kasus yang dialami wartawan hendaknya akan ditangani tingkt penyidik Polres.

Akhirnya,setelah memberikan dan mendengarkan jawaban dari Polisi,sekitar jam 3 sore,para wartawan meninggalkan Mapolda dengan tertib.  

Di tempat terpisah usai demo berlansung , pada media ini  korban menuturkan  ,bahwa dalam BAP yang dilakukan penyidik pada tanggal 1 Nopember yang lalu di Polsek Batam kota, katanya telah dimakan penyidik bulat-bulat, sebagaimana pernyataan itu juga terucap disaat tanya jawab di Mapolda Kepri di saat demo.

Sebab menurut korban , penyidik  hanya  megenakan pasal 335 KHUP atau  pasal perbuatan tidak menyenangkan,padahal ketika membuat laporan atau BAP saat itu,jelas di Pointnya ada pasal yang memberatkan yaitu pasal 18 didalam undang-undang PERS Nomor 40 tahun 1999,bahwa pelaku Tangkas alias Sodap Panjaitan sudah layak untuk ditahan  karena telah melakukan tindakan dengan sengaja menghalang-halangi tugas wartawan ,didalam aturan UUD PERS berbuyi apabila setiap orang yang dengan  sengaja menghalang-halangi tugas wartawan dalam peliputan , akan diberikan sangsi hukuman penjara Minimal 5 tahun atau didenda Rp 500 juta, tetapi pasal itu tidak diterapkan ,diduga ada tujuannya,agar pelaku bisa tetap bebas berkeliaran di luar, melakukan tindak tanduknya untuk menghabiskan BBM solar bersubsidi yang ada di Batam .

Para pendemo yang tergabung Dalam Awak, semua berharap,agar kiranya pihak polisi segera  melakukan penahan terhadap Tangkas alias Sodap Panjaitan.dan diproses sesuai pelanggaran yang telah  dilakukannya.  

Terkait demo tersebut , katanya , sebagai langkah atau motivasi kepada semua rekan-rekan Wartawan (Media) agar tetap senantiasa menjalin ke kompakan dan solit diantara sesama  media, dan berharap agar kasus ini bisa ditangani Polisi yang lebih Profesional dan bisa segera menahan pelaku dengan secepatnya ,dimana sesuai dengan tuntutan kita yaitu Pasal UUD PERS Nomor 40 tahun 1999.

Edit-Admint.