Tuesday, 24 December 2013

Dalam Menyambut Natal Dan Tahun Baru 2014, Kapolda Kepri Gelar Pasukan Operasi Lilin.


Batam , Dinamika Kepri - Senin tanggal  23 Desember 2013 pukul 17.00 Wib, Kabid Humas Polda Kepri Akbp Hartono, SH diruang kerjanya menerangkan tentang Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2013 dalam rangka Pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Sore tadi Senin tanggal 23 Desember 2013 Sekira Pukul 15.00 Wib, telah dilaksanakannya Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin tahun 2013 dalam rangka Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2014 di Lapangan Engku Putri Batam Center, Yang dipimpin oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Endjang Sudradjat yang dihadiri oleh Para Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang Kombes Pol. Karyoto, Sik, Para Kasatwil dan Kasatker Jajaran Polda Kepri, Wali kota Batam dan Seluruh Personil Polda Kepri dan Jajarannya serta Para peserta Upacara dari Instansi Terkait lainnya.

Adapun Amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman yang dibacakan oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Endjang Sudradjat pada Upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin Tahun 2013, Beliau menyampaikan atas segala nikmat yang dikaruniakan oleh Tuhan Maha Esa kepada kita, sehingga dapat hadir di tempat ini untuk melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi “ Lilin – 2013 ” dalam rangka pengamanan Natal 2013 dan Tahun baru 2014. Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan hari ini, merupakan tahapan untuk melakukan pengecekan akhir, terhadap kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana pendukung yang akan digunakan dalam pelaksanaan tugas, serta keterpaduan unsur terkait dalam pengamanan guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, menjelang pada saat dan pasca perayaan Natal 2013 dan Tahun baru 2014.

Perayaan Natal dan Tahun baru merupakan Momentum penting setiap akhir tahun, yang selalu diikuti dengan meningkatnya Dinamika situasi Kamtibmas, sehingga memerlukan upaya dan langkah pengamanan secara Komprehensif dari Polri yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat, agar kegiatannya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Seluruh rangkaian perayaan tersebut, diprediksi akan menyebabkan meningkatnya Mobilitas dan Intensitas kegiatan masyarakat, terutama di tempat Ibadah, Jalan Protokol, Pusat Perbelanjaan, Tempat Hiburan, Obyek Wisata serta Jalur lalu lintas lainnya, yang puncaknya akan terjadi pada malam pergantian tahun. Hal ini berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas berupa terjadinya beberapa jenis Tindak Pidana serta menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Perlu menjadi perhatian kita bersama, bahwa untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan dan kerawanan yang muncul menjelang, pada saat dan pasca Natal 2013 dan Tahun baru 2014, Polri bersama seluruh Stakeholders menggelar Operasi “ Lilin - 2013’’  selama 10 (sepuluh) hari, terhitung mulai tanggal 23 desember 2013 s.d 1 januari 2014. Dalam pelaksanaannya, Operasi ini mengedepankan kegiatan Preventif yang didukung kegiatan Intelijen serta penegakan Hukum guna memberikan Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan Prima kepada masyarakat. 

Pelaksanaan Operasi ini, selain menitikberatkan pada antisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang dapat mengganggu perayaan Natal 2013 dan Tahun baru 2014, juga memfokuskan pada antisipasi terhadap ancaman Terorisme. hal ini disebabkan masih adanya Sel - sel Terorisme yang aktif melakukan kegiatan, ditandai dengan tertangkapnya para pelaku Terorisme di beberapa Wilayah di Tanah Air Republik Indonesia. Di samping itu, berbagai aksi Anarkis, juga menjadi ancaman yang harus mendapatkan atensi dalam pengamanan Natal dan Tahun baru. Semua potensi ancaman tersebut, harus mampu diatasi melalui Langkah – langkah Proaktif dan Inovatif, agar seluruh kegiatan masyarakat menjelang akhir tahun 2013 dapat berjalan Aman, Lancar dan Sukses. 

Pada Operasi kali ini, akan diturunkan sebanyak 144.464 Personel yang terdiri dari 92.009 Personel Polri, 16.982 Personel TNI, dan 35.473 Personel Instansi Terkait beserta komponen masyarakat lainnya. Gabungan Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.962 Pos Pengamanan dan 620 Pos Pelayanan yang tergelar di berbagai lokasi perayaan Natal dan Tahun baru di seluruh Wilayah Indonesia. 

Berdasarkan Karakteristik kerawanan daerah dan Intensitas kegiatan masyarakat, maka pada pelaksanaan Operasi “ Lilin – 2013 ” ini telah ditetapkan 2 ( Dua ) Daerah Operasi, yaitu Prioritas I meliputi 14 Polda dan Prioritas II meliputi 17 Polda. 

Pergelaran kekuatan Personel pengamanan dan pembagian Polda Prioritas tersebut dilakukan, agar pelaksanaan Operasi dapat berjalan secara Optimal serta masyarakat merasa Aman dan Nyaman dalam merayakan Natal 2013 dan Tahun baru 2014. Melalui Optimalisasi Operasi “ Lilin – 2013 ” ini diharapkan : 


  1. Kelancaran Lalu lintas pada titik rawan macet Lalu lintas ( Trouble Spot ) lebih baik dari Operasi tahun sebelumnya; 
  2. Angka kecelakaan Lalu lintas serta korban Meninggal Dunia dapat berkurang dari Operasi tahun sebelumnya; 
  3. Kondisi Kamtibmas yang Kondusif dapat tercapai. 
  4. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman yakin dan optimis, dengan semangat kebersamaan dan keterpaduan, segala permasalahan dan potensi kerawanan dalam pelaksanaan Operasi ini dapat diatasi dengan baik. Oleh karena itu, guna memperkokoh semangat dan komitmen dalam pelaksanaan tugas Operasi ini, ada beberapa hal yang perlu disampaikan untuk dipedomani dan dilaksanakan,yaitu : 
Petakan seluruh potensi kerawanan yang ada, supaya dapat segera dilakukan antisipasi, melalui deteksi dini dengan mengoptimalkan peran Intelijen dan bhabinkamtibmas, untuk mengetahui segala fenomena dan dinamika masyarakat, guna mengantisipasi setiap permasalahan yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas. 

Optimalkan pergelaran Anggota ditengah - tengah masyarakat sehingga kehadirannya dapat dirasakan sebagai Penolong, Pelayan dan Sahabat masyarakat serta membantu dan meringankan beban masyarakat. 

Utamakan tindakan Simpatik serta hindari sikap Arogan yang tidak mencerminkan jati diri kita sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat; 

Hindari Penyimpangan dan Pelanggaran sekecil apapun yang dapat merusak Citra dan nama baik Institusi

Berdayakan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan agar keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Tingkatkan kewaspadaan terhadap segala kemungkinan terjadinya aksi teror ditempat – tempat Ibadah, Pusat Keramaian serta Kegiatan Masyarakat lainnya. 

Perkuat Sinergi Polisional dengan seluruh Stakeholders untuk memberikan Pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Berikan arahan yang jelas kepada seluruh Anggota di lapangan serta lakukan pengawasan dan pengendalian selama pelaksanaan Operasi.

Edit-Admint.