Monday, 16 December 2013

Belum Mendapat Sagu Hati, Ruli PLN Digusur Paksa , Katanya Untuk Pelebaran Jalan.

Batam,Dinamika Kepri - Pada hari ini 16/12, pemerintah kota Batam melakukan penertiban atau penggusuran di rumah liar (Ruli) sebanyak 36 kepala keluarga (KK) di Ruli PLN Batam Center.

Dalam penggusuran tersebut,pemko Batam menurun tim terpadu ,polisi dan TNI AD,tidak ada perlawanan warga dalam penertiban itu.ketika  melakukan penertiban itu, tim terpadu juga menurunkan dua alat berat Kobelko untuk merobohkan rumah-rumah yang berada di bahu dijalan itu.

Seorang ibu tua hanya bisamenagis ketika melihat rumahnya dirobohkan oleh berat, dia mengaku sangat sedih,sebab,  tiga rumahnya telah dirobohkan tampa ada pemberian sagu hati dari Pemerintah kota Batam.

" Ya sedihlah pak..tiga rumah saya telah dirobohkan,padahal saya tidak ada menerima apa-apa, bahkan peggusuran ini tiba-tiba tampa ada pemberitahuan terlebih dahulu,makanya kami tidak sempat membuat persiapan, makanya semua barang-barang berserakan , mereka seperti manusia , mereka kejam tidak memiliki hati Nurani, " ucap ibu tua yang telah berumur lanjut itu.

Ditempat terpisah, Yanto korban penggusuran  mengemukakan, dirinya sangat bingung,alsannya, ia dan keluarga kecilnya tidak tahu akan tinggal dimana, akunya bahwa penggusuran itu sangat tiba-tiba.jadi belum ada persiapan.

" Saya Bingung,padahal saya baru pulang kerja ini , ketika saya sampai tiba-tiba aku melihat rumah saya sudah di robohkan , saya enggak tahu mau tinggal dimana ini, makanya semua ini berserakan, tapi saya lihat mereka (tim terpadu=red) seperti tidak memiliki rasa kemanusiaan,pemerintah kita ini sangat kejam,memang masalah ini sudah pernah di sosialisakan,bahkan sudah pernah di Hearingkan,warga meminta dana sagu hati,tapi sampai sekarang belum ada Jawaban dari Dprd  , belum ada jawaban dari permohonan kami ,tetapi pemerintah sudah menghancurkan rumah kami , apa mereka tidak pikiran atau nalar " Ucap Yanto sedih.

Menanggapi pernyataan warga korban gusuran, Sekretaris kelurahan (seklur) Belian, menyatakan,bahwa memang benar , kalau warga gusuran tidak menrima dan sagu hati.

" Ya..pemerintah tidak ada mengeluarkan anggaran sagu hati untuk mereka, memang benar pernah di hearingkan di Dprd, warga memang megajukan permohonan ,tetapi sampai sekarang Dprd belum ada jawaban. jadi kita disini hanya melakukan perintah,kita menurunkan tim terpadu dibantu oleh Polisi dan TNI AD.tidak benar kalau penggusura ini dilakukan  secara tiba-tiba, prosres ini tiga bulan, tidak mungkin mereka tidak ada persiapan, mereka disini sudah sejak tahun 2003,sekarang sudah 2014 berarti mereka sudah berdiam selama 10 tahun, ini yang kita gusur sebenar rumah kos-kosan , dan pemiliknya bukan tinggal dini, lahan ini mereka bisniskan untuk usahanya,padahal ini ROW jalan, kalau tidak percaya ,bole tanyakan pada pemilik bengkel yang ujung,pada saya ia mengaku, bahwaselama ia buka usaha disini,pemilik bengkel itu mengaku telah memiliki ruko di tempat lain, dan kemungkinan yang lain juga begitu " Ucap Seklur Belian itu pada media ini.

Terkait penggusuran itu dilakukan , kataya untuk pelebaran jalan untuk membuat dua jalur, padahal menurut warga,mereka digusur oleh perusahaan,dan warga tidak mengetahui nama perusahaan itu,untuk memastikan pernyataan warga tersebut, seklur Belian menolak pernyataan warga tersebut.

" Tidak benar kalau perusahaan yang  meminta untuk digusur ,ini murni pemerintah,ini lahan pemerintah, lahan ini mau di pakai untuk pelebaran jalan,dan bukan untuk perusahaan " Tambahnya lagi. 

Via pesan singkat, media ini mencoba meminta tanggapan dari Walikota Batam  Ahmad Dahlan ,karena didalam  penggusuran tersebut dinilai terlalu mendadak, apakah memang benar pemerintah tidak mengeluarkan anggaran sagu hati kepada korban penggusuran,padahal sudah pernah di hearingkan di Dprd, tetapi sampai berita ini di muat  Walikota Batam tidak memberikan respon samasekali.

Edit - Admint.