Saturday, 2 November 2013

Ternyata Masih Ada Pengusaha Bayar Upah Dibawah UMK

Batam,Dinamik Kepri  – Ditengah hangatnya  Ujuk rasa buruh  menuntut kenaikan gaji,ternyata didapati   salah satu Industri  rumahan sarang burung walet yang  beromzet besar  ini ,masih memberi upah pekerjanya dengan  Upah di bawah upah minimum kota (UMK) Batam.

Menurut seorang Ibu, salah satu pekerja yang enggan menyebut namany a itu  menuturkan  ,dia adalah salah satu pekerja  sarang burung walet di ruko komplek Happy Garden blok D Nomor 128 itu,katanya dari mulai masuk kerja  jam 7 pagi sampai jam 5 sore , ucapnya mereka hanya di bayar  Rp  25 ribu /hari oleh pihak pegusaha ,itu kalau masih dari tahun pertama sampai ketahun ke empat, dari tahun ke empat dan seterusnya gaji perharinya akan di lebihkan.ucapnya.

Mirisnya penyampaian seorang ibu yang mengaku dua anak ini ,membuat Para Media berniat unruk menelusuri fakta yang sebenarnya.

Ketika menyambangi lokasi industri rumahan tersebut,Tampak ruko berlantai tiga itu lenggang,seperti tidak ada kegiatan,setelah  media menungguin hampir  2 jam lamanya , akhirnya Para pekerja keluar dari pintu depan,padahal sebelumnya pekerja rutin keluar dari pintu samping,diduga pihak pengusaha telah mengetahui kedatangan para awak media.

Seperti   diduga,industri  rumahan sarang burung Walet ini juga tidak memiliki papan merek usaha, Sebab dilokasi tidak ada sama sekali nama bendera usaha ,padahal telah mempekerjakan  lebih dari 20 orang dan telah beroperasi  sekian lama.

Para awak media , mencoba meminta  keterangan tentang jumlah banyak pekerja kepada  seorang ibu yang menutup pintu ,yang diduga salah satu kerabat dari pemilik usaha tersebut , ibu paruh baya itu mengelak memberi keterangan ,katanya dirinya hanya seorang pembantu dan tukang masak di tempat itu.
“Saya enggak tahu ,saya tukang masak disini ” katanya sembari dengan wajah cuek.

Terkait Minimnya upah yang diberikan oleh pihak pengusaha sarang burung tersebut, Zarefriadi  Kepala dinas Tenaga kerja kota Batam ,akunya baru mengetahui  hal tersebut,  dan berjanji akan menelusuri Usaha burung walet itu.

“Kita akan tindak lanjuti,tapi mohon datanya yang akurat,jangan ber andai-andai,sekarang ini mungkin belum bisa turun lapangan,kita masih fokus dengan tuntutan buruh yang baru melakukan unjuk rasa” kata Zarefriadi di kantornya pada tanggal 31/10 lalu.

Terhendusnya issu,yang katanya  ada  oknum pegawai  Disnaker yang telah mengetahui aktivitas tersebut sebelumnya, Zarefriadi berjanji akan menindak tegas anggotanya kalau itu benar terjadi , apabila memang ada yang terbukti. “ Pasti , saya akan menindak tegas pegawai itu,jangan main-main dengan saya,itu sama saja mempermainkan hidup orang lain,laginya enggak betulah kalau gaji pekerja masih segitu “ Ucapnya mengakhiri .

Edit- Agus Budi Tambunan