Sunday, 24 November 2013

Lahan Canggar Budaya Kepri Habis Dijarah Pengusaha Tambang Bouksit ilegal

Tanjung Pinang, Dinamikakepri – Makam Syeikh Abdullah yang terletak di Tanjung Moco Kelurahan Dompak,Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang hampir nyaris tenggelam  akibat di keruk tanahnya oleh salah satu pengusaha yang mementingkan kekuasan yang di milikinya.

Menurut Abdullah Musatafa yang juga ketua Umum Pimpinan Pusat (DPP),Pertumbuhan Putra Melayu Sejagat (PPMS).yang meninjau lokasi situs bersejarah,tempat pemakaman jenazah tokoh Islam yang di  terletak di tanjung Moco tersebut.

Setibanya di lokasi pemakaman Syeikh Abdullah tersebut, tiba –tiba Abdullah di cegat oleh Pereman yang berjaga di lokasi tersebut,dan tidak boleh masuk kedalam lokasi Cagar Budaya itu,lanjut Abdullah lagi,ketegangan sempat terjadi antra saya dengan penjaga Perusahan yang mengorek Lahan Canggar Budaya tadi ungkapnya.

Namun yang anehnya lagi menurut Abdullah yang juga ketua umum PPMS itu ketika iya membuat laporan di Polres Tanjungpinang pada hari Senin tanggal 18/11//2013 yang lalu,terkait perusakan pemakaman seyikh Abdullah tersebut,laporan itu tak di gubris oleh SPK Polres tanjungpinag dan di sarankan kebagian Reskrim setelah sampai di Reskrim dan bertemu dengan salah satu petugas Reskrim lagi-lagi di sarankan ke dinas kebudayaan dan pariwisata(disparbud).


Padahal yang dilaporkan adalah pengerusakan lingkungan, dan canggar budaya lebih lanjut lagi kata Abdullah padahal sudah jelas ada unsur Pidanya kenapa pihak yang berwajib tidak berani melakukan penangkapan atau penghentian terhadap proyek tersebut? katanya.


Dan iya juga menambahkan iya akan terus menelusuri kasus perusakan Canggar Budaya ini dan akan membuat laporan ke polda kepri dalam waktu dekat ini cetusnya dengan nada kesal.

Edit- Admint . (Smail)