Sunday, 10 November 2013

DiNagoya Gelper Dibasmi Habis,DiSagalung Gelper Bebas Beraksi

Batam, Dinamika Kepri - Supermasi hukum di Indonesia saat ini sudah semakin memprihatinkan,bagaimana tidak, jangankan di Indonesia, ini masih dalam satu kotamadya saja ,sudah menunjukan sistematis hukumnya yang berbeda,padahal masih dalam satu komando.

Di Nagoya dan jodoh gelanggang permainan (gelper) tutup habis, di kecamatan Sagulung masih buka, seperti di top  100 ada dua tempat arena gelper, yaitu Billiard center dan E Zone.

Kedua arena gelper ini menolak bila di katakan gelanggang judi, Jon seorang pengawas di Billiard center mengatakan bahwa semua mesin-mesin yang di mainkan adalah permainan anak-anak. Begitu juga dengan kasir E zone,katanya mereka tidak melayani penukaran coin ke uang.bagi orang yang ingin menukarkan koinnya,kami memberikan hadiah sesuai dengan nilai coinnya.

Padahal modusnya sama dengan yang sudah-sudah,nyaris tidak ada bedanya,seperti game permainannya,hanya beda permainan,konsepnya sama ,sebab para pemain juga  rata-rata orang dewasa .

Lain lagi Gelper yang ada di deretan ruko lantai dua di sekitaran Sagulung,pemiliknya dikenal beranisial K,sepertinya K  kebal dengan hukum,bagaimana tidak, K  berani  mesin gelper Jacpot padahal mesin tersebut  di kenal dengan mesin Siluman. bahkan   gelper yang berdekatan  dengan gereja HKPB ini tiap hari buka.

Dan yang satunya di komplek ruko di simpang bascame, juga melakukan hal yang sama, pemiliknya di kenal dengan anisial IH,diduga juga kebal dengan hukum.

Edit- admint