Saturday, 16 November 2013

BPR BANK DANA NAGOYA AMBIL JAMINAN PAKSA


BatamDinamika kepri.- Makhmur pemilik kendaraan dengan Nomor Polisi BP 1193 PX melaporkan Bank Dana Nagoya  ke Polsek Lubuk Baja tanggal 6 Desember 2012 terkait pengambilan kendaraan tanpa ijin.
Makmur menceritakan kronologins kejadian  kepada media ini mengatakan, awalnya pada hari rabu tanggal 5 Desember 2012 jam 10 siang  datang ke Bank Dana Nagoya  untuk menghadap maneger,tetapi tidak ketemu dan akhirnya bertemu salah satu marketing yang bernama  Asril , pak Asril menyuruh stor uang kridit beserta denda .
              Uang saya setor kepada kasir bernama Vina sebesar 2.280.000. Sekitar jam 1 malam saya hendak pergi bersama istri ternyata mobil yang saya parkir di depan rumah ternyata sudah tidak ada lagi, malam itu juga saya membuat laporan ke polsek Lubuk Baja, berhubungan surat-surat tidak ada yang saya bawa petugas menyuruh besok pagi pada tanggal 6 Desember 2012. Tanggal 26 Januari saya di panggil ke polsek, ternyata sampai disana pihak Bank Dana Nagoya tidak hadir dan hanya ketemu Kapolsek , pak kapolsek menyarankan menempuh perdata dulu.
           Jadi sekarang kasus terhadap mobil saya masih gamang, karena kalau dilihat dari cara penarikan mobil saya kelihatannya pihak Bank Dana Nagoya diduga kuat merekayasa dalam  surat pemberitahuan atau SP terhadap saya, karena SP 1, SP 2 dan SP 3 tidak pernah saya terima. Kerugian yang tidak Nampak yaitu uang cash sebesar  5.500.000.- dan adapun 1 buah jam rolek dalam laci dan surat-surat beserta buku tabungan  BPR Dana Nagoya di dalam mobil .
           Makhmur juga merasa sedikit tertipu, karena mobil itu ternyata rusak dan sehelai suratpun tidak saya terima . Harapan saya  semoga kasus ini cepat selesai dan pihak Bank Dana Nagoya diproses secara hukum yang berlaku, karena sudah hampir 7 bulan uang saya  mandek di Bank Dana Nagoya terang Makhmur.
 Saya juga telah memenangkan dari Lembaga Konsumen tertanggal 15 Mei 2013 yang isinya memutuskan bahwa pihak Tergugat membayar uang 28.872.000.- + uang ganti rugi perbaikan mobil sebesar 2.665.000 .- kepada penggugat dan memberi waktu 1 bulan sejak putusan di terima kepada penggugat dan isinya juga duduk perkara pihak BPR Bank Dana Nagoya lalai dalam perlindungan konsumen dan tidak mempunyai fedusia .
          Dan sekarang mobil saya telah di jual oleh pihak BPR DANA NAGOYA, dan sampai sekarang sayapun tidak tau perkembangan proses hukum yang telah saya laporkan ke Polsek Lubuk Baja. Karena  itu tidak menjadi bahan walaupun mobil saya telah dijual. Makmur menginginkan uangnya segera kembali dan terkait hukum pidana polisi yang mempunyai lembaga.
            Setelah Bank BPR Dana Nagoya Batam mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Batam terhadap putus Lembaga Penyelesaian Sengketa Konsumen. (24/10/13) sidang di Pengadilan Negeri Batam telah memutuskan oleh Majelis Hakim Thomas Tarigan dalam Putusan memutuskan terhadap gugatan yang di ajukan oleh konsumen Makhmur.
            Sampai saat ini kepolisian polda Kepri dan Kejaksa Kepri belum melakukan tindakan hukum bagi pelangaran suatu tindak pidana terhadap pelangaran Undang-undang Fidusia No.42 Tahun 1999 yaitu Setiap orang yang dengan sengaja memalsukan, mengubah, menghilangkan atau dengan cara apapunmemberikan keterangan secara menyesatkan, yang jika hal tersebut diketahui oleh salah satu pihak tidak melahirkan perjanjian Jaminan Fidusia  dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 Tahun dan paling lama 5 Tahun dan denda paling sedikit Rp 10 Juta Rupiah dan paling banyak Rp 100 Juta Rupiah.( Mobil yang telah di Tarik telah dijual ke pihak lain dan Tim Kepri akan mengajukan pengaduan ke instansi terkait dan Lembaga Negara RI.(team)