Friday, 11 October 2013

LSM DAN OKP BERGABUNG DEMO TUNTUT NKRI HARGA MATI


Batam,Dinamika Kepri-Siang jumat jam 2: 00 wib,kantor Dprd Batam ramai polisi,terhendus   isu bahwa warga tangjung uma akan melakukan unjuk rasa bersama Lembaga swadya Masyarakat (LSM) dan Ornisasi Kepemudaan (OKP) yang berada di kota Batam  .

Sekitar Jam 2:30 wib,pengunjuk rasa datang dengan berbagai atribut,pengunjuk rasa dominan memakai tali kain putih Laskar Merah putih.

Dalam orasinya , LSM dan OKP mengajak Dprd dan Pemerintah kota Batam menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.

Batam bukan milik segelintir golongan,Batam milik bersama,untuk mencapai kemerdekaan ini, bukan bim salabin, kemerdekaan ini di konsep sedemikian rupa, Kata orasi tambah orasi “Selama ini  terutama di Batam telah banyak pemecah belah(provokator) NKRI adalah Harga mati, bagi pihak berwenang mohon segera mengentaskan kasus korupsi yang semakin marak di Batam ini, begitu juga dengan peredaran narkoba yang semakin memprihatinkan, kami tidak mau anak kami juga korban berikutnya”.

Seusai melakukan orasi didepa DPRD,para demostrasi kembali melakukan orasi di depan pemko Batam,para pendemo tidak bias masuk kelokasi Kantor pemko Batam ,karena sebelumnya pihak Kepolisian telah memasang keliling Kawat berduri.

Sebelum Pendemo masuk ke areal pemko Batam,mereka di kejutkan dengan Hadirnya  Rombongan dari Wagub Kepri  Soerya Respationo  SH.MH ,Istono pIhak dari BP kawasan Batam,wakil Wako Batam  Rudi SE ,Nyat kadir ketua Lam dan Kapolresta balerang AKBP Karyoto.

Semua Rombongan diduga yang baru usai Sholat jumatan itu langsung berbaur ketengah para demo,para pendemo lansung bersorak sorai.

Para rombongan naik  keatas truk demontrasi,dan satu-satu dari mereka memberikan kata-kata cesikapur sirih pada OKP dan LSM yang berdemo.

“ Trimakasih telah melakukan berorasi dengan tidak anarkis,ini bisa jadi contoh kedepannya  bagi demonstrasi yang lain,kita tidak perlu anarkis,main lempar-lempar,adu pisik dengan polisi,anda  sakit polisi juga sakit yang pasti rumah sakit yang laris, jadi kita demonya sampai di sini saja kita tidak perlu ke BP kawasan lagi.” Ucap Wagub.

“ Batam adalah milik bersama ,disini beragam suku,itu adalah warna kemajemukan kota Batam,semua berhak bermusyawarah untuk mencapai mufakat ” ucap kapolres.

Dalam aksi demo tersebut,juga hadir Bapak Marzuki  yang menurut informasi adalah salah seorang warga yang sangat berpengaruh di tangjung Uma.

Dalam pengamanan demo tersebut, polisi membentuk barisan brikade dari berbagai satuan,termasuk pasukan anti huru hara di lengkapi dengan mobil water canon di tambah pasukan puluhan orang dari kesatuan Marinir yang bersiaga di depan pemko Batam.dalam unjuk rasa tidak ada tindakan anarkis sampai usai berjalan dengan tertib.

(Agus Budi Tambunan)