Thursday, 24 October 2013

Bapedal Kota Batam Adakan Sosialisasi Dampak Limbah Terhadap Linkungan



Batam Dinamikakepri-Sosialisasi dibuka oleh Kepala Bapedal Kota Batam, Dendi Purnomo. 
perusahaan yang bergerak dalam kegiatan Industri Shipyard dan Fabrikasi di Kota Batam dengan jumlah peserta seratus orang.

Adapun narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup serta ketua Asosiasi Ahli K3 (A2K3) Provinsi Kepri.
Materi mengenai Penanganan Pengaduan Kasus Lingkungan disampaikan oleh Kasubbag Pengelolaan Pengaduan Kementerian Lingkungan Hidup, ibu Siti Maryam. Dalam pemaparan beliau, disampaikan mengenai dasar hukum dan tujuan adanya pos pengaduan kasus lingkungan, tata cara pengaduan serta penanganan pengaduan kasus lingkungan hidup.
Selanjutnya Bapak Abdul Majid, Asisten Group HSE Manager GPS Ltd memyampaikan materi terkait dengan Penerapan SOP Sandblasting yang Aman Bagi Lingkungan (Safe Abrasive Blasting Operation).

 Dalam materi yang disampaikan beliau, dapat dipahami bahwa pentingnya memperhatikan prosedur serta tata cara dalam melakukan penyemprotan abrasive dalam pelaksanaan sanblast.
Setelah pemaparan yang telah disampaikan oleh kedua narasumber, dilanjutkan dengan diskusi yang masih terkait dengan materi yang telah disampaikan. Dalam diskusi yang berlangsung selama 30 menit, Bapak Noviandra (Kabid Penegakan Hukum Bapedal Kota Batam) selaku moderator turut menyampaikan bahwa dengan dibentuknya Pos Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup (Pos P3SLH) sejak 2007 lalu, sangat mendukung upaya pengelolaan lingkungan hidup berkaitan dengan informasi dan pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat dan pelopor lainnya.
Sejak didirikan, Pos P3SLH telah menerima sebanyak 401 pengaduan terhitung hingga September 2013. Jumlah tersebut merupakan total keseluruhan pengaduan kasus dari berbagai kegiatan yaitu industri, perdagangan, wisata, pelabuhan, perumahan dan lain-lain. Seluruh pengaduan tersebut 96% telah diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Bapedal Kota Batam menekankan bahwa sejak terbentuknya Pos Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup (Pos P3SLH) telah menerima rata-rata lebih dari 70 pengaduan setiap tahunnya dan lebih dari separuh pengaduan tersebut berkaitan dengan kegiatan industri diantaranya kegiatan blasting. Jumlah pengaduan masyarakat setiap tahunnya meningkat, menandakan kepercayaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan semakin tinggi.(dk/hms)