Wednesday, 18 September 2013

Jangan Minum Miras, Agar Hidup Lebih Indah

Dinamika Kepri- Miras, tentu telinga kita sudah tak asing lagi dengan kata itu. Miras sudah memiliki citra negatif dalam masyarakat karena dampak yang ditimbulkan setelah maupun saat menggunakannya.

Sejak dulu, bahkan SD, kita telah diajarkan untuk menghindari minuman keras dan di berbagai media sosial seperti televisi, radio maupun koran juga banyak yang meng-kampanyekan anti miras. Sebagian besar yang mengkonsumsi miras adalah anak muda, karena perasaannya masih labil sehingga sangat mudah para anak muda untuk terjerumus kedalam hal-hal negatif, seperti miras.

Kesadaran masyarakat akan miras memang belum begitu kuat karena realita yang bisa kita lihat di televisi atau media massa lain, masih banyak kasus-kasus yang menyangkut dengan miras, tak hanya didaerah pedesaan, di kota besar pun banyak trik yang digunakan untuk mengelabuhi polisi dalam penyelundupan miras.

Tapi keadaan di kota dalam fakta lebih bisa ditangani karena ada polisi sebagai pengendali penyimpangan sosial dan keadaan masyarakat kota pun lebih selektif dan daya pikirnya sudah lebih maju, tapi beda hal dengan yang ada di desa, karena di daerah desa apalagi yang masuk pelosok, pengendali penyimpangan sosial oleh aparat kepolisian masih kurang.

Masalah miras ini kian sulit untuk diberantas karena banyak invisible hands yang menjalin mata rantai pemasaran dan pengamanannya, sehingga mudah beredar sampai ke desa-desa untuk mencapai sasaranya. Di daerah desa, pengendalian sosial umunya dilakukan oleh tokoh masyarakat yang dibantu oleh beberapa warganya.

Keadaan ini jelas 180 derajat berbeda dengan kota besar, penyimpangan sosial di desa kurang bisa diantisipasi dengan baik, keadaan masyarakat yang mungkin kurang berkembang dan penyuluhan akan bahaya suatu hal pun sulit untuk masuk ke daerah pelosok, hal itulah yang perlu di sorot oleh pihak pemerintahan.


Sebagai langkah untuk mendukung kegiatan pemerintah akan bahaya miras, masyarakat juga ikut membantu dalam menggemborkan gerakan anti miras, melalui penyuluhan maupun acara yang diselipkan dihari besar nasional, sebagai contoh yang ada dilingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah saya yang mengadakan penyuluhan dalam waktu berkala. Penyampaian anti miras ini tak hanya dari sebuah penyuluhan saja karena dalam realita yang ada, penyampaian dari mulut ke mulut berlangsung lebih efektif dan bisa berlangsung untuk jangka waktu yang lama.

Sedangkan dengan mengumpulkan warga agar berkumpul disuatu tempat untuk menghadiri suatu penyuluhan itu sulit, karena pola pikir manusia berbeda-beda, untuk warga yang berpikir kedepan pasti mudah untuk diajak mengikuti sebuah penyuluhan tapi bagaimana dengan warga lain ? warga yang pola berpikirnya hanya mementingkan sebuah kesenangan? Untuk warga yang seperti ini pasti sulit atau bahkan menolak untuk diajak, mereka pikir kegiatan itu membuang waktu mereka. Nah..

Saat mereka tidak menerima apa yang diterima warga lain, keadaan ini bisa membuat mereka tak tahu baik buruknya dan jika mereka tak tahu hal itu menggunakan miras tak mereka anggap sebagai hal yang negatif. Menurut saya, jika pemerintah ingin mengkampanyekan anti miras, mereka seharusnya menentukan target , dan target yang paling potensial adalah anak muda dan  remaja karena selain merekalah yang sering memakai miras, mereka juga merupakan penerus bangsa ini dan mereka yang akan mensukseskan negeri ini.


Demikian Artikel yang bisa saya tulis tentang relita Bagaimana kesadaran maupun dukungan masyarakat terhadap masalah miras itu sendiri. Semoga artikel ini berguna bagi kita semua, dan saya berpesan agar jangan sekali-kali mendekati barang yang disebut miras, karena setelah sudah ketagihan, anda akan kehilangan harta paling indah di dunia yaitu, kesehatan. Menyesal hanya ada di akhir kawan, jika kalian tidak mau menyesal hindarilah miras.


(nofal-sama77.blogspot.com)