Wednesday, 11 September 2013

DiNilai Kurang Transparan, BPR Dana Nusantara Dilaporkan Nasabahnya Ke BPSK



Dinamika Kepri-Perseteruan Robert selaku nasabah yang dirugikan pihak Bank Pekreditan Rakyat (BPR) Dana Nusantara, Kota Batam kian memanas. Hal ini ditengarai adanya ketidakterbukaan dan kepastian pihak BPR yang belum bisa memfasilitasi asuransi motor pada Robert selaku nasabahnya.

Selain itu, BPR Dana Nusantara justru mensomasi Robert atas tuduhan pencemaran nama baik. Setelah dikonfirmasi Manager Asuransi Rama, Fredi  belum dapat memberikan bukti pembatalan asuransi yang pernah dibayarkan pihak BPR Dana Nusantara atas nama Robert.

Fredi juga membenarkan pemutusan asuransi tersebut, namun pihaknya tidak menerima surat resmi ataupun endos pembatalan klaim dari BPR Dana Nusantara, melainkan hanya di hubungi via telepon, Sabtu (31/08/13).

Namun dalam pembatalan klaim asuransi, BPR Dana Nusantara dan pihak Asuransi Rama tidak menghadirkan konsumen dan fisik motor milik Robert dengan alasan mempersingkat proses. Sehingga pembatalan asuransipun terkesan sepihak dan tidak transparan.

Tidak terima disomasi dan belum memperoleh haknya, Robert melaporkan BPR Dana Nusantara ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Dalam laporannya, Robert meminta agar BPSK memfasilitasi dirinya untuk mengadu pada Bank Indonesia agar segera mengaudit sistem keuangan dan suku bunga di BPR Dana Nusantara yang diduga tidak transparan.

"Kami punya bukti kuat, dari data Fidusia di bawah tangan, asuransi RAMA dan surat perjanjian yang kesemuanya menjebak dan Saya merasa dibodohi dan dirugikan, kok BPR malah menggugat?" keluh Robert.

Hingga berita ini diunggah pihak BPR Dana Nusantara dan Asuransi Rama terkesan melempar batu sembunyi tangan untuk mempertanggungjawabkan hak konsumennya.(Tim)