Friday, 18 May 2018

Antisipasi Teror Bom, Setiap Pengunjung Masuk Mega Mall Diperiksa

Petugas sikurity Mall tengah melakukan pemeriksaan terhadap setiap pengendara sepeda motor yang memasuki area Mega Mall, Jumat (18/5).

Dinamika Kepri, Batam -  Pasca ledakan bom di tiga Gereja dan kantor polisi Surabaya serta aksi teroris terjadi di daerah seperti di Riau beberapa hari lalu, membuat banyak tempat keramaian seperti Mall di Batam memberlakukan penjagaan ketat bagi setiap pegunjung yang memasuki area Mall, salah satunya di Mega Mall Batam Center, Batam.

Tak terkecuali, baik pria maupun wanita semua diperiksa. Tak hanya itu, setiap pengendara sepeda motor yang masuk parkir ke Mall ini juga diperiksa petugas sikuriti Mall dengan menggunakan alat deteksi.

Selain memeriksa isi jok motor, petugas keamanan Mall juga memeriksa barang bawaan pengunjung dengan alat detektor.

"Pemeriksaan ini sudah 3 hari kami lakukan. Ya artinya selain untuk menjaga tetap aman, upaya ini juga sebagai antisipasi agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Dan selama periksaan 3 hari ini, aman tidak ada temuan, " ujar petugas keamanan Mega Mall, Hatorangan Sihombing, Jumat (18/5/2018) sore.

Pantuan media ini dilokasi pintu masuk parkir motor Mega Mall, semua sepeda motor yang masuk, isi jok sepeda motor diperiksa satu persatu.

Sebelum mengakhiri wawancara dengan media ini, Hatorangan sangat berharapkan agar Batam tetap senantiasa aman dan kondusif.(Ag)

Editor: Agus Budi Tambunan

Thursday, 17 May 2018

Pangarmada I Inspeksi 2 Kapal Asing Penyelundup Beras 5000 Ton di Perairan Batam

Saat Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E, M.M., melaksanakan inspeksi dan peninjauan secara langsung ke Kapal MV. Alkar Trust dan MV. Kar Trust di Tanjung Sengkuang Batam.

Dinamika Kepri, Jakarta, - Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E, M.M., melaksanakan inspeksi dan peninjauan secara langsung ke Kapal MV. Alkar Trust dan MV. Kar Trust, 2 kapal kargo asing yang berhasil ditangkap Tim Gabungan WFQR (Western Fleet Quick Response) Lantamal IV Tanjung Pinang serta Lanal Batam yang berusaha menyelundupkan beras di Perairan Teluk Sebong Bintan beberapa waktu yang lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Panglima Koarmada I sekaligus memberikan keterangan pers terkait proses penangkapan kedua kapal, dimana kedua kapal tersebut ditangkap oleh Tim gabungan WFQR  Lantamal IV dan Lanal Batam di Perairan Teluk Sebong Bintan tepatnya pada koordinat  01° 12' 791" N - 104° 15' 297" E pada hari Selasa tanggal 8 Mei 2018.

Pangarmada I menyampaikan perkembangan dari hasil pemeriksaan bahwa dari hasil pengecekan urine para ABK negatif dan tidak ditemukan adanya narkoba. Sedangkan Hasil pengecekan terhadap muatan beras tidak ditemukan adanya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) sehingga aman dikonsumsi.

"Nahkoda MV Alkar Trust melayarkan kapal tidak sesuai dengan rute pelayaran berdasarkan port clearance dan juga  selama pelayaran dari Madagascar, MV Alkar Trust mematikan AIS. Selain itu kedua kapal juga melakukan kegiatan Ship To Ship (STS) tanpa izin syahbandar dalam kegiatan transfer muatan di tengah laut dan bukan di pelabuhan resmi. Ketiga pelanggaran tersebut merupakan tindak pidana pelayaran" ujar Pangarmada I, Kamis (17/5/20180).

Pangarmada I menjelaskan bahwa masuknya kedua kapal ke wilayah Indonesia tanpa adanya PKKA (Penunjukan Keagenan Kapal Asing) serta melaksanakan lego jangkar diluar lay out lego jangkar yang ada, dimana titik koordinat lego atas perintah dari pihak perusahaan.

Selain itu kapal sempat melaksanakan kegiatan Fumigasi tanpa ijin dari pihak Karantina, sehingga kuat dugaan adanya campur tangan oknum dari instansi tertentu yang mengizinkan kedua kapal tersebut untuk melaksanakan kegiatan ship to ship. Dan pelanggaran yang terakhir adalah melakukan tindak pidana keimigrasian.

Saat ini kedua kapal lego jangkar diperairan Tanjung Sengkuang di bawah pengawasan dan penjagaan ketat Lanal Batam dalam rangka penyelidikan lebih lanjut. (Ril)